Bekerja dengan Hati dan Punya Nilai

103
Tisye Diah Retnojati sukses meraih posisi karena bekerja dengan hati dan selalu memberikan value atau nilai yang bermanfaat untuk orang lain. Foto : Femina
Tisye Diah Retnojati sukses meraih posisi karena bekerja dengan hati dan selalu memberikan value atau nilai yang bermanfaat untuk orang lain. Foto : Femina

KAGAMA.CO, JAKARTA – Dari seorang pegawai biasa, Tisye Diah Retnojati sukses meraih posisi Regional Head of Transaction and Consumer Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Bekerja dengan hati dan selalu memberikan value atau nilai yang bermanfaat untuk orang lain.

Itulah motto kerja yang dipegang teguh dan dijalankannya hingga mencapai posisi seperti saat ini dalam karier profesionalnya.

Merefleksi perjalanan kariernya, ibu dua orang anak ini mengaku kiatnya sederhana saja, yakni mengerjakan segala sesuatu dengan hati.

“Semuanya benar-benar dilakukan dengan hati hingga selalu memberikan nilai yang bermanfaat.”

“Jadi, kita tidak sekadar asal kerja, prinsip saya, mesti ada value atau nilai dari tindakan kita.”

“Bila kita cuma sekadar bekerja tanpa memberikan nilai maka hal itu jelas tak berguna,” ujar Tisye membuka kisahnya.

“Buat apa saya bekerja dan keliling Indonesia sampai meninggalkan suami dan anak jika tidak bisa memberikan hasil. Saya harus pragmatis.”

“Sangat disayangkan bila ada orang, terutama anak muda, mengerjakan ini dan itu tapi sebatas karena disuruh atasannya sehingga kerjanya tidak memberikan nilai apa-apa karena tidak dikerjakan dengan hati,” tutur Tisye saat bertemu dengan KAGAMA.

Berbicara dengan antusias,Tisye mengangkat kembali memorinya saat pertama kali bergabung dengan Bank Mandiri.

“Saya lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1999.”

“Saya diberitahu oleh salah seorang dosen bahwa Bank Mandiri, saat itu masih bank anyar, membuka lowongan kerja. Mereka mencari lulusan UGM.”

“Lantas saya bersama tiga orang teman seangkatan mengajukan lamaran. Setelah lolos proses seleksi, saya resmi bergabung dengan Bank Mandiri pada Maret tahun 2000.”

Saya jadi angkatan pertama Officer Development Programe (ODP) Bank Mandiri yang kala itu dipimpin almarhum Bapak Robby Djohan. Jadi, saya merasa masuk Bank Mandiri karena dibantu UGM,” kenangnya.

Pertama kali bekerja di Bank Mandiri, Tisye menjadi customer service officer di Bank Mandiri di Kota Medan, Sumatera Utara.

Setelah bertugas selama hampir dua tahun di Medan, dia ditarik kembali ke Jakarta. Sejak itu prestasi dan kariernya di Bank Mandiri menanjak.

Beragam posisi penting diembannya seperti kepala kantor kas, kepala cabang kelas tiga, kepala cabang kelas dua, manajer pengembangan bisnis, kepala area, menjadi Director of In Branch Channel AXA Mandiri, serta kini menjabat posisi Regional Head of Transaction and Consumer Banking.

“Saya bangga dan beruntung bahwa baik di Bank Mandiri maupun di AXA Mandiri, saya selalu mendapat support system yang luar biasa.”

Saya dikelilingi orang-orang yang bekerja sama dengan tim yang unik dan saling dukung. Hal ini tidak hanya membantu tim dalam mencapai tujuan, tapi juga membuat kami saling belajar satu sama lain,” ucap Tisye. (Jos)