Bekerja 150 Persen Lebih Keras

66
Integritas, kerja keras, fokus, serta peduli detail menjadi etos kerja Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Tri Andayani. Foto : Istimewa
Integritas, kerja keras, fokus, serta peduli detail menjadi etos kerja Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Tri Andayani. Foto : Istimewa

KAGAMA.CO, JAKARTA – Seorang wanita Master Kung Fu, Bo Sim Mark, pernah mengatakan, “Jika seorang pria harus bekerja 100 persen untuk menjadi hebat dan unggul, maka seorang perempuan harus bekerja 150 persen lebih keras, tidak hanya dalam bela diri, tapi juga dalam bidang apapun.”

Kata-kata bijak dari Sim Mark tersebut cukup menggambarkan perjuangan kaum wanita di Tanah Air.

Hidup dalam budaya Patriarki yang masih berakar kuat di masyarakat Indonesia dan di tengah era kompetisi yang begitu ketat, bukanlah perkara mudah bagi kaum Hawa untuk meraih posisi penting.

Tak heran bila hingga saat ini hanya segelintir perempuan yang dapat mencapai jabatan tinggi bergengsi di pemerintahan, instansi maupun di badan usaha.

Anda, panggilan akrab Tri Andayani, adalah salah satu dari segelintir perempuan tersebut.

Integritas, kerja keras, fokus, serta peduli detail menjadi etos kerja Anda, yang memulai kariernya dari bawah di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selama 15 tahun, dan kini dia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

Pada April 2017, Anda diberikan kepercayaan sebagai Direktur Keuangan Pelni.

“Seiring dengan prioritas Program Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan perimbangan ekonomi kawasan Timur dan kawasan Barat Indonesia melalui Program Tol Laut.”

“Pelni sebagai operator angkutan laut yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia diharapkan dapat turut serta mewujudkan program tersebut, yaitu dengan menghubungkan dan membuka berbagai kawasan Indonesia di daerah terdepan, terluar dan terisolasi (3T),” jelas lulusan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada ini kepada KAGAMA.

“Di Pelni, tantangan kami ke depan adalah mengoptimalkan penyerapan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Public Service Obligation (PSO) yang diberikan oleh pemerintah agar penggunaannya tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat luas, khususnya mereka yang aktivitas ekonominya bergantung pada keberadaan transportasi laut,” ucap Anda menutup ceritanya. (Jos)