Begini Tantangan Model Bisnis Baru Supply Chain di Era Digital

100
Direktur utama Innogama Consulting, Sigit Darmawan, membaar peluang model bisnis Supply Chain di era digital. Foto: Ist
Direktur utama Innogama Consulting, Sigit Darmawan, membaar peluang model bisnis Supply Chain di era digital. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMURSupply chain berkembang dengan sangat kompleks, mulai dari material hingga menjadi sebuah produk.

Bisnis ini telah melibatkan banyak supplier dari berbagai wilayah, sistem, dan sebagainya, sehingga begitu banyak jaringan yang harus dilalui.

Praktisi dan konsultan supply chain management, Sigit Darmawan mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan supply chain begitu kompleks.

Salah satunya dari segi customer, mereka memiliki banyak keinginan, seperti dari segi kecepatan, variasi produk, dan masih banyak lagi.

“Tuntutan dari customer sekarang lebih demanding, bahkan mereka ingin produk tidak hanya ada di toko. Tetapi, mereka juga ingin barang bisa segera cepat ke tangan mereka. Ini menyebabkan proses supply chain yang semakin kompleks,” jelasnya.

Baca juga: Pembatasan Gerak Industri Sawit adalah Sebuah Kolonialisme Baru di Indonesia

Begitu pula dengan produk yang semakin beragam, terutama produk-produk hasil inovasi teknologi.

Hal tersebut dia sampaikan dalam Seminar Daring Bussiness Leadership bertajuk The New Era in Supply Chain and Logistic Industry, yang digelar KAFEGAMA MM, pada Sabtu (18/7/2020).

Hal ini, kata Sigit, kemudian berimbas ke proses supply chain, termasuk perubahan organisasional, network supply chain yang semakin bertambah.

“Kita dituntut untuk mengelola banyak inventori,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, supply chain menjadi salah satu proses global yang menghubungkan sesuatu dan satu hal lainnya.

Baca juga: Sektor Jasa Pengiriman Barang dan Logistik Punya Potensi Pasar yang Besar di Masa Pandemi