Begini Tantangan Manajemen Human Capital Perusahaan di Masa Krisis

86
Chief Human Capital PT Kimia Farma, Tbk, Dharma Syahputra menjelaskan tantangan Human Capital perusahaan di masa krisis. Foto: SWA
Chief Human Capital PT Kimia Farma, Tbk, Dharma Syahputra menjelaskan tantangan Human Capital perusahaan di masa krisis. Foto: SWA

KAGAMA.CO, JAKARTASurvive merupakan upaya paling realistis yang bisa dilakukan pelaku usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Chief Human Capital PT Kimia Farma, Tbk, Dharma Syahputra menuturkan, saat ini untuk hal-hal kecil semacam menjual produk saja pelaku usaha sudah kesulitan.

“Kemudian tarif transportasi juga menjadi mahal, bahkan distribusi barang menjadi tidak mungkin karena adanya pembatasan sosial, sehingga supply chain menjadi mahal.”

“Di saat yang sama, perusahaan menahan diri supaya bisa menjaga cash flow. Lalu stok barang meningkat karena tidak bisa dijual,” jelasnya.

Hal tersebut Dharma sampaikan dalam Seminar daring Bussiness Leadership Series 7: Future of Human Capital Management, yang digelar pada Sabtu (29/8/2020) oleh MM UGM dan KAFEGAMA MM.

Baca juga: Hadapi Pandemi, Antropolog UGM Ajak Masyarakat Belajar Ketangguhan Sosail-Ekonomi Para Petani di Desa Petung

Dharma menerangkan, perusahaan yang mampu bertahan di masa pandemi merupakan sebuah keberhasilan.

Dia semakin takjub manakala ada beberapa perusahaan yang tak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu melakukan perubahan dalam cara-cara mereka bekerja.

Seperti membuka supply chain dengan pendekatan baru, redesain outlet, rasionalisasi perusahaan, mengamankan kesehatan para karyawannya, dan lain-lain.

Menurut Dharma, perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan di masa pandemi dinilai cukup agile di eksternal maupun di internal.

“Sampai saat ini obat Covid-19 belum ditemukan, demikian pula vaksinnya. Jika vaksin ditemukan, akankah situasi kembali normal? Ini tidak bisa kita prediksikan dengan pasti.”

Baca juga: Pesan Sri Sultan HB X dalam Peringatan UU Keistimewaan Yogyakarta