KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Generasi muda saat ini jangan dinilai memiliki rasa nasionalisme yang rendah, karena merekalah yang akan membawa kondisi Indonesia menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Hal ini disampaikan oleh Saga Iqranegara, Ketua Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF) Yogyakarta pada Dialog Budaya dan Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-113 dengan tema “Kepahlawanan Milenal” di Bangsal Kepatihan, Senin (19/11/2018).

Menurut Saga, dengan teknologi yang semakin berkembang seperti saat ini seharusnya dapat mempererat persatuan dan kesatuan, karena batasan ruang dan waktu dapat diminimalkan.

Apabila tahun-tahun kemerdekaan rasa pemersatunya adalah bangsa yang terjajah, maka generasi sekarang diperkuat dengan rasa keinginan untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Dalam acara yang dibuka dengan tari Hanuraga ini, Saga menyebutkan bahwa generasi milenial dapat juga disebut sebagai digital native yang diartikan telah mengenal gadget sejak lahir.

“Secara perilaku, generasi muda ini jauh lebih dewasa dalam penerimaan informasi di dunia digital daripada orang-orang yang lebih senior seperti saya,” ungkapnya. Ia memberi contoh penyebaran hoax via aplikasi Whatsapp yang menurutnya lebih banyak dilakukan oleh generasi yang lebih tua.

Sebagai Ketua ADITIF Yogyakarta, Saga menjelaskan tentang industri digital yang terbilang baru, pondasi ekonominya masih lemah, serta ekosistem industrinya juga belum mendukung. Atas permasalahan ini, Saga bersama komunitasnya membangun startup untuk membangun ekosistem yang mendukung perkembangan bersama dalam industri digital.

Menurutnya, ekosistem yang mendukung beserta pondasi yang kuat, akan memudahkan dalam pengembangan bisnis. Komunitas ini kemudian mencoba untuk memberikan solusi digital atas permasalahan yang berada ditengah-tengah masyarakat.

Misalnya, masyarakat mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal pinjaman dari bank. Masalah ini kemudian mampu terselesaikan dengan kehadiran platform FinTech yang mampu memberikan modal pinjaman tanpa jaminan dan proses cair dananya lebih cepat daripada bank.

“Bentuk-bentuk solusi digital inilah yang menjadi kontribusi dari generasi muda untuk masyarakat,” imbuhnya.(Tita)