Untuk mengatasi masalah tersebut, Prabang kembali mengamati lingkungan sekitarnya. Ia pun menemukan para pedagang angkringan yang membuang ampas kopi di pinggiran jalan.

Melalui ampas kopi inilah bau tak sedap dari pospak dapat dihilangkan. Upaya pengolahan limbah pun tidak hanya dilakukan pada pospak dan ampas kopi saja, tetapi juga bubur kertas.

Peredam suara membutuhkan kerangka dibuat dari bubur kertas. Ide penggunaan bubur kertas ini muncul setelah melihat tempat telur yang terbuat dari bahan serupa.

“Dari berbagai macam bahan yang digunakan, peredam suara ini sudah dapat memanfaatkan hasil pengelolaan limbah di lingkungan sekitar,” imbuhnya.(Tita)