Selama ini, masyarakat sekitar Wanagama yang mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak merasa diuntungkan dengan lancarnya air dan kemudahan dalam mencari pakan ternak.

Namun demikian, manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar Wanagama ternyata tak terjadi begitu saja. Menurut penuturan Wawan yang bertimpat tinggal di daerah Banaran 4, sebuah kampung dengan jarak 1 KM dari Hutan Wanagama, hubungan antara warga dan pengelola hutan sempat juga diwarnai dengan konflik

Konflik ini disebakan banyak warga yang dituduh sebagai pencuri akibat mengambil kayu bakar di kawasan hutan. Akan tetapi, masalah ini selesai, ketika warga dan pengelola bersepakat menerapkan aturan yang memperbolehkan mengambil kayu maupun ranting-ranting pohon yang sudah jatuh ke tanah.

Saiki  angger kayune wes gogrok oleh dijupuk, Mas,” Sekarang ketika kayu sudah tumbang boleh diambil, Mas, kata Wawan dengan logat medhoknya.(Venda)