KAGAMA.CO, LOMBOK—Klinik darurat yang dikelola Kagama dalam rangka misi tanggap darurat gempa Lombok memiliki sejarah menariknya tersendiri.

Dua hari setelah gempa Lombok yang pertama, tim pendahuluan dari Kagama yang beranggotakan 5 orang menyisir pedalaman di bagian utara pulau Lombok. Mereka masuk sejauh kurang lebih 7 km menuju lereng Gunung Rinjani dan berhenti di dusun Tenggorong dan Beleq, Desa Gumantar, desa terakhir di sisi utara lereng gunung Rinjani.

Begini Kondisi Klinik Darurat Kagama di Desa Gumantar.(Foto: Dok. Umam)
Begini Kondisi Klinik Darurat Kagama di Desa Gumantar.(Foto: Dok. Umam)

Tim ini sengaja menyisir daerah pedalaman untuk mengantisipasi adanya korban dan penyintas yang belum tersentuh bantuan karena lokasinya yang jauh dari jalan utama.

Tim 5 ini beranggotakan 4 orang berpengalaman dalam misi tanggap darurat umum (Dwek Nugroho Nur Indrabayu Januar Wida Wicaksono, Shidiq Hutomo, dan Dedi Rosiadi) dan seorang dokter (dr. Basuki Rahmat). Tim ini didukung oleh satu orang relawan yang membantu mengorganisasikan misi ini dari Mataram (Aziz Ulhaq).