Begini Ciri-ciri dan Potensi Banjir Bandang

20
Banjir.(Foto: Jatimnow.com)
Banjir.(Foto: Jatimnow.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Banjir bandang dapat merenggut banyak korban dan merusak infrastruktur. Banjir bandang terjadi dalam kisaran waktu yang relatif pendek dengan debit puncak yang ekstrem, sehingga mampu menghanyutkan material seperti batu, lumpur, pohon, dan rumah.

Hal ini disampaikan Dr. Ing Agus Maryono, Pakar Hidrologi UGM dalam bincang-bincang mengenai Analisis Penyebab Banjir Bandang dan Upaya Pencegahan Terjadinya Banjir Bandang di Ruang Rapat Humas dan Protokoler UGM, Kamis (24/01/2019).

Dosen dan Peneliti Ekohidraulik, Sungai, Banjir dan Lingkungan ini memaparkan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya banjir bandang,  pertama hujan ekstrim yang terjadi hanya di satu titik saja. Dengan faktor ini, maka BMKG diharapkan mampu memberikan early warning system untuk mengetahui adanya potensi banjir.

Dr.-Ing Agus Maryono.(Foto: Tita)
Dr.-Ing Agus Maryono.(Foto: Tita)

Kedua, tipologi das berjenis “spon” yang memiliki mekanisme menyerap air dengan “bendungan yang kecil-kecil”. Ketika ada bendungan yang lapuk disertai dengan hujan yang ekstrem, maka akan menjebol bendungan-bendungan lainnya.

Dengan kondisi tersebut, maka das yang awalnya menyerap air dengan baik berubah menjadi melepaskan air yang menyebabkan banjir. Tipologi das ini cukup sulit ditanggulangi karena proses pelepasan air merupakan salah satu cara alam untuk terus memperbarui dirinya.

Akan tetapi, kata Agus, masyarakat tetap dapat berwaspada dengan memahami tipologi das yang ada disekitarnya, serta dibantu oleh early warning system untuk mempercepat proses evakuasi.