Bank Sampah Tingkatkan Kapasitas Masyarakat

Warga yang menyerahkan sampah akan memperoleh tambahan penghasilan untuk kemandirian ekonomi warga.(Foto: news.detik.com)
Warga yang menyerahkan sampah akan memperoleh tambahan penghasilan untuk kemandirian ekonomi warga.(Foto: news.detik.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sampah merupakan salah permasalahan lingkungan yang sampai saat ini masih terus coba diselesaikan. Salah satu langkah nyata penyelesaian masalah sampah adalah dengan mengubah paradigma masyarakt tentang sampah melalui adanya bank sampah.

Sampah kini harus bisa dilihat sebagai barang yang memiliki nilai guna dan manfaat. Bukan lagi menjadi barang hasil buangan dan nirfaedah. Bank sampah diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat mengenai sampah dan pengelolaannya.

“Masyarakat harus meninggalkan cara lama yang hanya membuang sampah dengan mendidik dan membiasakan masyarakat memilah, memilih, dan menghargai sampah sekaligus mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Bank Sampah,” tutur Dona Asteria dan Heru Heruman dalam penelitiannya yang dipublikasi oleh Jurnal Manusia dan Lingkungan UGM.

Dalam penelitian berjudul Bank Sampah sebagai Alternatif Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tasikmalaya (2016), disebutkan bahwa Fokus dari Bank Sampah adalah pengelolaan sampah rumah tangga berbasis komunitas. Bank Sampah sendiri merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan.

Namun, bukan uang yang menjadi barang yang akan disimpan, melainkan sampah. Bank Sampah juga memiliki nasabah dan menggunakan buku tabungan.

Warga yang menabung cukup menyerahkan sampah rumah tangga yang sudah dipilah. Sampah tabungan ini kemudian ditimbang dan ditentukan harganya. Sampah-sampah dari nasabah ini kemudian dikumpulkan oleh Bank Sampah untuk dijual pada pabrik yang telah diajak bekerja sama.

Asteri menambahkan bahwa Bank Sampah juga mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat mengolah sampah secara bijak agar dapat mengurangi sampah yang diangkut ke TPA.

Selain itu, warga yang menyerahkan sampah akan memperoleh tambahan penghasilan untuk kemandirian ekonomi warga. Hal ini dapat digunakan untuk usaha simpan pinjam seperti koperasi, dengan bunga rendah agar keuangan Bank Sampah dapat diputar dan dikembangkan, juga terwujudnya kesehatan lingkungan.

Ia pun berkesimpulan kehadiran Bank Sampah mampu menciptakan dorongan adanya capacity building dalam masyarakat. Pasalnya, Bank Sampah mendorong terbentuknya kemandirian, keswadayaan masyarakat melalui adanya kesadaran, pengetauan dan kemampuan dalam mengelola sampah dan lingkungan sekitar.(Rosa)