Bandara Kertajati Bakal Dongkrak Ekonomi dan Pusat Pariwisata Baru Jabar

23
Focus Group Discussion berjudul ‘Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan’ yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi memprediksi Bandara Kertajati akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pusat pariwisata baru di Provinsi Jawa Barat. Foto : Kemenhub
Focus Group Discussion berjudul ‘Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan’ yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi memprediksi Bandara Kertajati akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pusat pariwisata baru di Provinsi Jawa Barat. Foto : Kemenhub

KAGAMA.CO, BANDUNG – Penataan rute penerbangan dari Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung ke Bandar Udara Kertajati, Majalengka, yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pusat pariwisata baru di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Hal tersebut menjadi hasil diskusi yang dilakukan oleh Ditjen Hubud dan stakeholder dalam Focus Group Discussion berjudul ‘Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan’ yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Sabtu (22/6/2019).

Berdasarkan data yang dijabarkan oleh Direktur Bandar Udara, Pramintohadi Sukarno, yang menjadi salah satu narasumber acara tersebut, pertumbuhan lalu lintas udara di Jawa Barat sudah tidak terakomodasi oleh Bandara Husein Sastranegara.

“Sepanjang 2016-2018, jumlah penumpang tumbuh 6 persen menjadi 3,86 juta pax, kargo tumbuh 40 persen jadi 19,21 juta kilogram, dan lalu lintas pesawat tumbuh 11 persen jadi 31.865 pergerakan pesawat.”

“Jadi mau tidak mau harus pindah karena Bandara Husein sudah maksimal dikembangkan,” jelas Pramintohadi.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan bahwa pihaknya selaku stakeholder yang akan mengelola Bandar Udara Kertajati telah siap melayani perpindahan penerbangan maskapai jet domestik dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Bandara Kertajati di Majalengka.

“Sesuai rencana, perpindahan 56 penerbangan yang meliputi 13 rute domestik ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut akan dimulai pada 1 Juli 2019 mendatang dan kami telah siap memfasilitasinya,” kata Awaludin.

Berbagai akses penunjang pun telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sudah ada 19 operator bus dan 167 armada angkutan umum yang siap melayani transportasi darat dari dan menuju Bandara Kertajati menuju Bandung, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Cikarang, Indramayu, Purwakarta, dan Sumedang.

Begitu pula dengan akses Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sebagai salah satu akses penunjang utama Bandara Kertajati semakin ditingkatkan proses pengerjaannya.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti optimistis Bandara Kertajati akan mendorong pengembangan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Majalengka dan sekitarnya.

“Kami optimistis Bandara Kertajati ini akan menjadi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah-daerah di Jawa Barat secara keseluruhan terutama wilayah Majalengka dan sekitarnya,” pungkas Polana. (Kemenhub).