Bambang Purwono: Mahasiswa Nomor Satu!

392

Baca juga: Alumnus Terbaik FISIPOL UGM Ini Pilih Menganggur Dulu Usai Wisuda

“Saya akhirnya izin menunda keberangkatan, untungnya boleh. Laboraturium kebakaran dan Saya harus ngurusi pembangunannya. Saya baru berangkat tahun 1996,” ujar dosen yang semasa mahasiswanya juga aktif di Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

Menjadi Salah Satu Pendiri Universitas Terbuka

Saat kuliah di Sydney, Australia, Bambang sengaja tidak mengambil pekerjaan sampingan yang berat.

Selain sudah merasa cukup dengan uang sakunya, Bambang ingin memanfaatkan waktu libur untuk bertemu keluarganya.

Di samping itu, Bambang juga sudah memiliki kesibukan sebagai salah satu pendiri Universitas Terbuka (UT).

“Waktu itu, orang Indonesia di Sydney banyak. Saya diminta pihak UT untuk membantu mengelola, termasuk menyiapkan modul-modul untuk mahasiswa dan sempat jadi tutor. Kalau ada yang mendaftar bisa lewat Saya. Terakhir Saya juga menjabat sebagai bendahara juga di UT,” ujar Bambang.

Baca juga: Gugus Tugas Papua UGM Kirim 186 Guru ke Papua

Berkat pekerjaan ini, Bambang bisa menambah uang sakunya.

Pernah menjadi Asisten Wakil Rektor dan Aktif di PP KAGAMA

Setelah menamatkan pendidikan S3-nya, Bambang kembali ke UGM dan ditunjuk sebagai Asisten Wakil Rektor Bidang Kerja Sama tahun 2001.

Saat itu rektor UGM yang menjabat adalah Prof. Dr. Drs. Ichasul Amal, M.A.

“Rektor sudah ganti dua kali, Saya masih disuruh bantu lagi. Jadi Saya selama 12 tahun bekerja di universitas. Ngurusi alumni, sehingga Saya juga terlibat aktif di PP KAGAMA sebagai sekretaris,” ujar Bambang.

Bambang terlibat aktif di KAGAMA hingga tahun 2012.

Baca juga: Panitia Seminar Pra-Munas KAGAMA XIII Kenakan Busana Adat Nusantara