Bambang Purwono: Mahasiswa Nomor Satu!

389

Baca juga: Mahfud MD: Indonesia Perlu Manusia yang Terdidik

Berkat seniornya itu, Bambang memahami bagaimana caranya mengajar dan meneliti.

Diceritakan oleh Bambang, dirinya bahkan sampai belajar di rumah seniornya itu.

“Yang Saya teladani dari beliau itu semangatnya menularkan ilmu, dedikasinya tinggi. Kata beliau, kalau Saya ingin jihad di bidang ilmu harus menulis, agar bisa dibaca orang lain. Dapat pahalanya dari situ. Nggak mikir soal uang,” ujar Bambang.

Hal ini sejalan dengan yang dilakukan oleh para pendahulunya, seperti rektor-rektor UGM yang mengembangkan ilmu tanpa pamrih, kata Bambang.

Keinginan untuk kuliah di luar negeri itu pun terwujud.

Baca juga: Berbagai Cara Agar Rapat Organisasi Bisa Efektif

Bambang diterima di University of Salford, Manchester, Inggris untuk jenjang S2 pada tahun 1988.

Lagi-lagi seniornya mendorong Bambang untuk segera menempuh pendidikan S3.

Bambang mengikuti saran seniornya itu, tetapi sebelumnya ia menuntaskan status kepegawaiannya.

Barulah ia menempuh pendidikan doktoralnya di University of New South Wales, Sydney, Australia.

Namun, sayangnya keberangkatan Bambang ke Australia harus ditunda selama enam bulan, karena laboraturium Departemen mengalami kebakaran.

Baca juga: Kata Akademisi UGM Terkait Wacana Rektor Asing Pimpin Perguruan Tinggi Indonesia