Bambang Purwono: Mahasiswa Nomor Satu!

408
Bagi Bambang Purwono, mahasiswa tetap nomor satu. Jika progres skripsi mahasiswa lambat, Ia tegas memanggil dosen pembimbing yang bersangkutan. Foto: Kinanthi
Bagi Bambang Purwono, mahasiswa tetap nomor satu. Jika progres skripsi mahasiswa lambat, Ia tegas memanggil dosen pembimbing yang bersangkutan. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Semasa muda, Drs. Bambang Purwono, M.Sc., Ph.D (57) sudah menentukan minat kariernya.

Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Bambang belajar di salah satu sekolah kejuruan di Yogyakarta, jurusan Kimia.

Lekas bisa mendapat bekal untuk bekerja merupakan motivasi utama Bambang belajar di sekolah kejuruan.

Bambang merupakan anak sulung dari empat bersaudara dan Ayahnya akan segera pensiun kala itu, sehingga ia kemudian berpikir untuk bisa segera membantu orang tuanya.

Namun, melihat anak-anak muda di sekitarnya menempuh pendidikan tinggi, Bambang tergerak untuk mengikuti jejak mereka.

Baca juga: Dilema Pendidikan Papua

”Orang tua Saya pendidikannya rendah, mereka setuju Saya masuk kuliah. Tapi harus bisa membiayai dan menyiapkan keperluannya sendiri,” ungkap Bambang kepada KAGAMA, belum lama ini di ruang kerjanya.

Bambang bercerita, saat itu ia sempat bingung ingin kuliah di IKIP atau UGM.

Akhirnya Bambang memilih UGM supaya bisa menjadi ‘gurunya mahasiswa’.

Selalu Punya Jabatan di Organisasi

Bambang kemudian diterima di Departemen Kimia, Fakultas MIPA UGM tahun 1981.

Pria asal Yogyakarta itu membiayai kuliahnya sendiri dengan bantuan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Tipe Pemimpin Organisasi yang Tidak Disukai Anggotanya