Bahan Bangunan Alternatif dari Sampah Plastik, Begini Penjelasannya

798
Saampah plastik.(Foto: Harian Nasional)
Saampah plastik.(Foto: Harian Nasional)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Plastik yang sangat diperlukan dalam berbagai industri dan aktivitas sehari-hari manusia telah menghasilkan limbah yang sulit diuraikan dalam jangka waktu panjang.

Meskipun demikian, penggunaan plastik dari tahun ke tahun selalu meningkat karena memiliki kelebihan seperti bobot yang ringan, transparan, tahan air, murah, praktis, dan dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.

Dalam tesis Pemanfaatan Limbah Plastik dan Serbuk Kayu Sengon sebagai Bahan Komposit Plastik, Ani Susanti menjelaskan bahwa  upaya penanganan limbah plastik terus dilakukan melalui 3R (reuse, reduce, dan recycle). 

Ani melakukan upaya recycle dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi komposit yang merupakan gabungan antara serbuk kayu dengan plastik daur ulang. Komposit ini memiliki keunggulan berupa kombinasi sifat kayu yang kuat dengan plastik yang dapat meningkatkan kekuatan, serta tahan air dan rayap.

Recycle dalam bentuk komposit ini sangat potensial diterapkan di Indonesia yang masih memiliki masalah besar dalam pengelolaan limbah plastik. Selain plastik, komposit ini juga memanfaatkan serbuk kayu sengon.

Alasannya adalah produksi kayu sengon di Indonesia sangatlah tinggi dan menghasilkan banyak limbah berupa serbuk gergaji yang belum dikelola dengan optimal dalam skala industri kecil.

Dengan adanya permasalahan limbah antara plastik dengan serbuk kayu inilah, Ani memanfaatkannya menjadi komposit papan panel yang diharapkan mampu menggantikan kayu yang ketersediaannya di alam mulai terbatas.

Ani menggunakan limbah plastik jenis Polypropylene (PP) dari sampah gelas cup air mineral dan High Density Polyethylene (HDPE) dari bekas botol jerigen.

Limbah plastik PP dan HDPE ini digunakan sebagai matriks, sedangkan serbuk gergaji kayu sengo dimanfaatkan sebagai pengisi (filler). 

Ani yang mempertahankan tesisnya di Magister Teknologi untuk Pengembangan Berkelanjutan UGM pada 2014 ini berharap bahwa komposit dapat meningkatkan persediaan bahan bangunan perumahan yang lebih terjangkau oleh masyarakat dengan memanfaatkan local resource yang ramah lingkungan.(Tita)