Bagaimana Mengatur Pola Makan Bergizi dan Seimbang Selama Pandemi?

77
Dosen dan peneliti Departemen Gizi dan Kesehatan UGM, Fasty Arum Utami, S.Gz, M.Sc, membabar jenis makanan dan perilaku hidup yang tepat untuk memenuhi gizi seimbang selama pandemi. Foto: Ist
Dosen dan peneliti Departemen Gizi dan Kesehatan UGM, Fasty Arum Utami, S.Gz, M.Sc, membabar jenis makanan dan perilaku hidup yang tepat untuk memenuhi gizi seimbang selama pandemi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejatinya tidak ada perbedaan pemenuhan gizi orang sehat di masa sebelum maupun sesudah masa pandemi, apabila kita menerapkan gizi seimbang atau empat sehat lima sempurna.

Dosen dan peneliti Departemen Gizi dan Kesehatan UGM, Fasty Arum Utami, S.Gz, M.Sc, melihat kenyataan bahwa masyarakat memiliki pola makan yang cenderung sama di setiap waktunya, baik sarapan, makan siang, maupun makan malam.

“Pagi makan nasi kuning, siang makan nasi uduk, malam makan pecel lele atau bakmi. Sedangkan cemilan, orang banyak mengonsumsi gorengan dan makan-makanan manis,” ungkapnya.

Hal tersebut Fasty sampaikan dalam Bincang Desa 2 oleh Desa Apps, yang bertajuk Makan Sehat Dari Rumah Sendiri, pada Rabu (8/7/2020), secara daring.

Fasty melihat, dari pola makan ini masyarakat mengonsumsi karbohidrat, protein, dan lemak cukup tinggi.

Baca juga: KAGAMA Pekanbaru Jalin Kerja Sama dengan Pemkot Setempat untuk Atasi Dampak Corona

Dalam pemenuhan gizi seimbang, yang harus diperhatikan bukan hanya jenis makanannya. Tetapi, juga memperhatikan faktor-faktor pendukung lainnya.

Mengacu pada infografis segitiga gizi seimbang, Fasty menerangkan, makanan yang mengandung karbohidrat merupakan gizi penting yang baik dikonsumsi 3-4 porsi dalam sehari.

“Misalnya kita makan tiga kali sehari, maka setiap kali makan harus tersedia makanan yang mengandung karbohidrat.”

“Jadi kalau ada orang lagi diet dengan tidak mengonsumsi karbohidrat, itu justru berbahaya,” ujarnya.

Alumnus FK-KMK UGM angkatan 2007 ini menjelaskan, diet seharusnya dilakukan dengan mengurangi porsi makan, bukan mengurangi kandungan gizi makanan.

Baca juga: Jadi Senior Manager di BNI Syariah, Alumnus Fakultas Filsafat UGM Angkatan 1989 Ini Tak Pernah Lamar Kerja