Atmaja Merasa Nyaman di Gelanggang Sampai Malas Pulang ke Kos

184

Baca juga: Aplikasi Siaga Mudik, Hasil Kolaborasi Pemprov Jateng, KAGAMA, SV UGM dan Mahasiswa

“2019 lalu kami pernah juara dua di kompetisi LIMA untuk kategori beregu putra. Itu berkesan sekali.”

“Selain itu yang nggak kalah spesialnya lagi, kekeluargaan nggak hanya aku rasakan ketika di lapangan tetapi juga di luar itu,” ujarnya.

Misalnya, Atmaja mencontohkan, ketika tim UKM Badminton gagal memenangkan pertandingan.

Para senior tetap memberikan dukungan agar dia bersama timnya tidak berlarut-larut dalam kesedihan karena gagal, tetapi mengimbau untuk melihat ke depan.

Atmaja juga sempat mengamati UKM Badminton di kampus lain. Dia menilai tidak semua UKM Badminton memiliki solidaritas dan kekeluargaan seperti UKM Badminton di Gelanggang Mahasiswa UGM.

Bicara soal Gelanggang Mahasiswa, Atmaja sempat bingung melihat tidak sedikit mahasiswa yang begitu betah menghabiskan waktu di sana.

Seiring berjalannya waktu, dia sendiri mulai sadar bahwa Gelanggang Mahasiswa betul-betul menjadi tempat yang memenuhi segala kebutuhan mahasiswa.

Baca juga: Alumnus UGM Jelaskan Hal yang Bisa Dilakukan UMKM Solo Raya agar Bisa Bertahan di Tengah Wabah Corona

“Enaknya di Gelanggang itu nggak ada jam malam. Kita bisa di sana kapan saja dan selama mungkin. Ada kantin dan wifi kencang juga.”

“Orang-orang disana juga ramah. Gelanggang bisa dibilang sebagai tempat ‘pelarian’ dari diskusi-diskusi akademik yang kadang nggak membuatku nyaman,” ungkapnya.

Bilamana ada diskusi bersama kawan-kawan Gelanggang, topik yang dibicarakan pun lebih luas. Karena ada mahasiswa dari berbagai bidang ilmu yang berkumpul di sana.

Atmaja bahkan sampai terlena. Saking nyamannya di Gelanggang, dia sampai malas pulang ke kos.

Besar harapan Atmaja agar fasilitas di Gelanggang Mahasiswa ditingkatkan. Seperti pemindahan UKM sekber olahraga ke GOR Pancasila.

Menurutnya GOR Pancasila masih belum memenuhi kebutuhan mahasiswa, utamanya UKM Sekber Olahraga.

Dia juga berharap solidaritas antar ketua UKM tetap terjaga.

“Supaya Forkom bisa tetap satu suara. Bisa membangun vibes yang nyaman sampai ke generasi selanjutnya. Karena susah menemukan ‘Gelanggang’ di tempat lain,” ujarnya. (Kn/-Th)

Baca juga: Indonesia Harus Lawan Covid-19 Secara Defensif untuk Meminimalkan Korban Jiwa