Asal Usul Kebaya ‘Semriwing’

9
Kebaya.(Foto: Senior.id)
Kebaya.(Foto: Senior.id)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kebaya yang populer di kalangan masyarakat biasanya berbahan dasar kain transparan, tipis, serta berhiaskan payet. Model kebaya tersebut dianggap lebih fashionable, sehingga banyak digunakan seperti dalam acara pernikahan dan pergelaran musik dangdut.

Lalu, sejak kapan model kebaya yang dianggap fashionable ini muncul di kalangan masyarakat? Mengingat masih ada model kebaya lainnya yang dapat dijumpai dalam kehidupan petani, pedagang, santri, hingga priyayi.

Sebuah tesis berjudul Bentuk Kebaya Pasca Reformasi 1998 di Yogyakarta yang ditulis oleh Triyanto menjelaskan bahwa kebaya fashionable atau sering disebut juga dengan kebaya semriwing mulai muncul setelah Reformasi 1998.

Menurut Triyanto, kemunculan kebaya semriwing ini karena menguatnya kebutuhan mengekspresikan diri yang semakin bebas. Dengan kebebasan tersebut, maka tidak ada pakem-pakem tertentu yang harus diikuti, salah satunya model kebaya yang biasanya mengikuti tren dari kalangan atas.

Adanya kebebasan pasca Reformasi mendorong para desainer untuk merancang kebaya dengan kombinasi material seperti bordir, aplikasi brokat, payet, mote, dan kristal, sehingga memberikan kesan elegan dan glamor bagi penggunanya.

Rancangan kebaya yang dipengariho oleh kebebasan, kemudian menjadi tren baru bagi masyarakat dengan bantuan media iklan. Bahkan, dalam perkembangannya, kebaya semriwing tidak hanya dipadukan dengan kain jarik yang biasanya dipasangkan dengan kebaya, tetapi dapat menggunakan celana jeans.

Sebelum terjadinya tren kebaya semriwing, kebaya hanya dibuat dari kain polos maupun bermotif tanpa tambahan material, kecuali bordir yang biasanya digunakan oleh kalangan atas. Menurut Triyanto, model kebaya terdahulu dengan modelnya yang dianggap tradisional, kuno, dan tidak fashionable, dapat dibedakan modelnya berdasarkan penggunanya.