ARIESTA Annisaa Lubis, biasa dipanggil Ica, tak menyangka namanya akan disebut dalam pidato yang disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M Eng, D Eng saat wisuda Magister dan Doktor di Gedung Grha Sabha Pramana, Rabu (24/1/2018).

“Perasaan saya kaget saat nama saya disebutkan saat wisuda. Saya kira dengan lulusan termuda, ya udah aja. Gitu. Ternyata disebutkan,” ucap Ica tersenyum.

Rupanya Ica mampu lulus dengan predikat termuda di program Magister untuk periode Januari 2018 karena sejak awal sekolah dia sudah lebih awal dari teman-teman pada umumnya.

Ariesta Annisaa Lubis, Magister termuda 2018 [Foto ISTIMEWA]
Ariesta Annisaa Lubis, Magister termuda 2018 [Foto ISTIMEWA]
“Saya awalnya masuk TK itu terlalu cepat 1 tahun dari umur biasanya. Lalu ketika ayah saya mengajari abang belajar, saya sering ikut. Ternyata sudah bisa. Jadi, kenapa nggak langsung dimasukan ke SD saja. Karena itu, saya masuk SD di umur 4 tahun. Pertama kali masuk S1 di tahun 2011 dan lulus 3,5 tahun. Langsung lanjut S2 dan sekarang lulus,” kenang Ica saat menceritakan awal sekolahnya.

Dara berusia 22 tahun 9 bulan 27 hari ini rupanya ketika S1 tidak mengambil progam Manajemen, tetapi Teknik Industri. Ketika ditanya alasan mengambil program S2 lintas jurusan, Ica menawab “Magister Manajemen kan ilmunya general. Teknik Industri juga luas. Di Teknik Industri membahas tentang manajemen juga tapi nggak dalam. Kenapa saya memilih program S2 Manajemen karena masih ada yang dilanjut juga ilmunya dari Teknik Industri.”

Dikatakannya, banyak orang menanyakan mengapa Ica langsung S2. Ica pun menjawab karena orangtuanya juga mendukung. Kedua orangtuanya mendukung Ica mendapat pendidikan yang lebih baik dari pendidikan oranguanya yang lulus S1.

Dia mengakui jika pencapaiannya saat ini tidak lepas dari peran dan dukungan orangtua meski mereka tidak memaksakan kehendak. “Orangtua saya mendukung tetapi tidak ngotot. Ýa, sudah dijalani saja. Justru karena itu saya yang ingin cepat lulus,”pungkas Ica. [Ashilly Achidsti]