Ari Dwipayana: Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Tidak Berdiri Sendiri

55
Sekjen PP KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana menyebut, pemulihan ekonomi di masa pandemi tidak berdiri sendiri, karena tergantung pada bekerjanya dua faktor lain yakni penanganan kesehatan dan jaring perlindungan sosial. Foto: Ist
Sekjen PP KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana menyebut, pemulihan ekonomi di masa pandemi tidak berdiri sendiri, karena tergantung pada bekerjanya dua faktor lain yakni penanganan kesehatan dan jaring perlindungan sosial. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Pemulihan ekonomi di masa pandemi tidak berdiri sendiri karena tergantung pada bekerjanya dua faktor lain. Yakni penanganan kesehatan dan jaring perlindungan sosial.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Staf Khusus Presiden/ Sekjen Pengurus Pusat KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana, dalam acara KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-XIV.

Acara tersebut bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, yang digelar pada Minggu malam (27/9/2020) secara daring.

“Presiden Jokowi telah menggunakan strategi besar tersebut secara seimbang yakni, antara penanganan masalah kesehatan, memperkuat jaring perlindungan sosial, dan menyiapkan stimulus pemulihan ekonomi.”

“Yang diibaratkan seperti pergerakan gas, rem, dan kopling secara terukur. Pemulihan ekonomi tak bisa berjalan cepat bila pengendalian covid-19 tidak tertangani dengan baik dan cepat,” ujar Ari.

Baca juga: 3 Warga KAGAMA Dilantik Jadi Pjs Bupati di Provinsi Bengkulu

Penanganan kesehatan, kata Ari, jelas menjadi prioritas utama pemerintah. Di sisi lain yang sama, pemerintah juga mengeluarkan jaring perlindungan sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Ekstensifikasi berbagai skema bantuan sosial terutama yang bersifat cash transfer akan mendorong konsumsi rumah tangga dan menggerakkan demands side.

Ari bertutur, skema perlindungan sosial merupakan salah satu cara untuk mempertahankan daya beli. Mulai dari skema bantuan PKH, Bansos Tunai, BLT Dana Desa, Kartu Pra Kerja, subsidi Gaji, Bansos Produktif, Program Padat Karya Tunai dan sebagainya.

Hal ini penting juga untuk menjaga jaring pengaman sosial, supaya masyarakat tercukupi dulu kebutuhannya, yang harapannya turut meningkatkan konsumsi.

Bersamaan dengan itu pemerintah menyiapkan skema stimulasi ekonomi. Ketiganya harus berjalan simultan dengan takaran yang cukup terukur dan keseimbangan terjaga.

Baca juga: Energi Baru dan Terbarukan Sangat Cocok bagi Indonesia