Ari Dwipayana Imbau Masyarakat Konsumsi Produk Kesehatan Dalam Negeri

101
Sekretaris Jenderal PP KAGAMA sekaligus Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana mengatakan, pandemi ini menjadi kesempatan kita untuk mengoreksi diri dan berupaya meningkatkan ketahanan negara di bidang kesehatan. Foto: Ist
Sekretaris Jenderal PP KAGAMA sekaligus Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana mengatakan, pandemi ini menjadi kesempatan kita untuk mengoreksi diri dan berupaya meningkatkan ketahanan negara di bidang kesehatan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTANew normal merupakan isu yang sedang populer di masyarakat saat ini. Namun, sebaiknya tidak dibicarakan secara latah.

Banyak pihak menggunakan istilah new normal dengan bermacam pandangan.

Ada yang menganggap new normal sebagai re-opening, pelonggaran PSBB. Tetapi, ada juga yang melihat new normal sebagai perubahan gaya hidup, perilaku, kebiasaan, atau adaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baru.

Demikian disampaikan AAGN Ari Dwipayana, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA dalam sambutannya pada seminar KAGAMA Health and Caring.

Seminar bertopik New Normal: Perilaku Hidup Sehat, Bijak Memilih Obat dan Suplemen Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 itu digelar pada Sabtu (13/6/2020) secara daring. Acara yang digelar PP KAGAMA tersebut dihadiri sekitar 500 orang peserta.

Selain Ari, hadir dalam seminar tersebut Ketua II PP KAGAMA, Bambang E. Marsono; Wakil Sekjen PP KAGAMA Hasannudin M Kholil;  serta narasumber Tirta Mandira Hudhi, dokter dan aktivis kemanusiaan,  dan Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM/ Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia. Bertindak sebagai moderator Lusy Noviani, Manager Farmasi Rumah Sakit Atma Jaya.

Baca juga: Ganjar Imbau KAGAMA Bogor Raya Giat Mendukung Pemerintah Setempat dalam Pencegahan Covid-19

Ari berujar, setiap orang memiliki pemaknaannya sendiri terhadap new normal. Namun, dalam seminar tersebut Ari mengajak masyarakat untuk membahas new normal dalam konteks perubahan perilaku hidup sehat.

“Pandemi ini memberikan makna yang luar biasa bagi kita semua. Karena telah mengubah secara fundamental kebiasaan-kebiasaan kita sebelumnya.”

“Misalnya, cara kita belajar atau cara kita bekerja dari rumah yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Cara kita melakukan aktivitas ekonomi juga berubah termasuk dalam hal konsumsi,” ujar Ari.

Menurutnya, pandemi Covid-19 mempercepat adanya perubahan kebiasaan, termasuk juga kebiasaan menjaga kesehatan.

Jika sebelumnya orang agak abai terhadap kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, kali ini masyarakat menganggap persoalan ini sebagai sesuatu yang penting dan harus diutamakan.

Baca juga: Penelitian di Bidang Kesehatan Harus Jadi Prioritas