BULAKSUMUR, KAGAMA – Upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan dapat melalui berbagai cara. Salah satu cara dengan pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman. Salah satu kasus pada tanaman jagung misalnya, dikenal penyakit bulai. Maka, dalam upaya pemberantasannya dilakukan dengan inovasi teknologi, yakni melalui pengoperasian robot.

Lima mahasiswa Univeritas Gadjah Mada (UGM), masing-masing Yarabisa Yanuar dan Kevin Mahardika Y (Fakultas Teknik), Ilham Nur Ahmad (Fakultas MIPA), Noviana Nur Sari (Fakultas Biologi), dan Qurrota A’yun (Fakultas Kedokteran) tengah mengembangkan robot bernama ARBAIN. Robot ini, sesuai namanya, ARBAIN, a robot of corn farming, beroperasi untuk spesialisasi merawat dan memelihara tanaman jagung dari ancaman penyakit bulai.

“Robot ini dapat membantu dalam pemeliharaan jagung menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas jagung,” terang Yanuar, Kamis (13/7/2017) di Kampus UGM.

Dikatakan Yanuar, robot ARBAIN juga memiliki kemampuan dalam mendeteksi tanaman jagung dari penyakit bulai. Penyakit itu memiliki ciri fisik berupa warna daun kuning dan ukuran kerdil. Sensor warna yang dipasang pada robot akan mendeteksi dengan cepat jika terdapat penampakan tersebut pada tanaman jagung.

ARBAIN, robot spesialisi perawat dan pemelihara tanaman jagung dari ancaman penyakit bulai. (Foto Dok. Humas UGM)
ARBAIN, robot spesialisi perawat dan pemelihara tanaman jagung dari ancaman penyakit bulai. (Foto Dok. Humas UGM)

“Apabila suatu tanaman teridentifikasi penyakit bulai maka robot akan menyemprotkan pestisida di sekitar tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit melalui jamur,” jelasnya.

Ilham menambahkan, ARBAIN juga dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi kelembaban tanah. Data kelembaban tersebut nantinya dikirim melalui short message service (SMS) sebagai petunjuk bagi petani untuk segera melakukan penyiraman sesuai kapasitas lapang tanah dan kebutuhan tanaman jagung.

“Petani tidak harus datang ke ladang untuk memantau kondisi tanah,” terangnya.

ARBAIN juga terkoneksi dengan pompa air sehingga dapat menyalakan pompa secara otomatis jika kelembaban tanah menurun. Sementara itu, untuk tenaga penggerak menggunakan motor listrik dengan sumber energi cahaya matahari sehingga hemat energi dan ramah lingkungan.

Robot ARBAIN yang dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa UGM 2017 di bawah bimbingan Dr. Eng. Herianto, S. T., M. Eng., tidak hanya dapat digunakan untuk memantau wilayah pertanian, terutama lahan tanaman jagung dan mencegah penyebaran bulai saja. Robot ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kebakaran hutan dengan akurat.

“Dengan robot ini diharapkan dapat memudahkan petani melakukan perawatan, monitoring, dan mendeteksi penyakit tanaman jagung. Sehingga, meningkatkan produktivitas petani dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. [HumasUGM/Ika/rts]