BULAKSUMUR, KAGAMA – Lima mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi teknologi di bidang kesehatan ibu dan anak. Hasil inovasi tersebut diberi nama Application of Mother and Baby atau dikenal dengan AMOBA.

Aplikasi AMOBA dikembangkan oleh mahasiswa Sekolah Vokasi UGM, masing-masing dari Departemen Kebidanan, Rekam Medis, dan Komsi. Mereka adalah Yuni Rahmawati dan Rizky Puspa Dewi dari Kebidanan, Abidurahman Alfaruq dari Komsi serta Anna Amirotun Sholihah dan Shyfany Krismarestuti dari Rekam Medis.

Terciptanya aplikasi AMOBA berproses dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) UGM di bawah bimbingan Savitri Citra Budi, SKM, MPH. Berbekal aplikasi tersebut, kelima mahasiswa muda berusaha menggalakkan program peningkatan edukasi kesehatan ibu dan anak dengan menggandeng Puskesmas Jetis, Yogyakarta.

Yuni Rahmawati, selaku Ketua Tim AMOBA kepada jurnalis, Selasa (16/5/2017) di UGM mengatakan tujuan pengembangan AMOBA adalah meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah Puskesmas Jetis. Melalui aplikasi tersebut ibu bisa mendapatkan informasi terkait kesehatan kehamilan, motivasi selama kehamilan, dan sistem pengingat jadwal pemeriksaan kehamilan.

Aplikasi AMOBA karya inovatif mahasiswa UGM  dapat membantu tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan di masyarakat. (foto ISTIMEWA)
Aplikasi AMOBA karya inovatif mahasiswa UGM dapat membantu tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan di masyarakat. (foto ISTIMEWA)

“Dari aplikasi ini juga bisa diperoleh informasi tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dianjurkan untuk ibu hamil dalam menjaga kehamilan. Bahkan, hingga anak berusia dua tahun,” paparnya.

Ditambahkannya, aplikasi AMOBA juga dilengkapi fitur komunitas layaknya media sosial. Fitur tersebut  dapat digunakan untuk berbagi informasi dan bertanya pada tenaga kesehatan. Yuni berharap,  aplikasi AMOBA bisa memberikan manfaat, khususnya bagi para ibu dalam menjaga kehamilan dan balitanya.

Sejauh ini AMOBA telah disosialisasikan kepada para kader pendamping ibu hamil. Kader-kader tersebut merupakan kader kesehatan wilayah pendampingan Puskesmas Jetis, Yogyakarta, meliputi tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Bumijo,  Gowongan, dan  Cokrodiningratan.

Koordinator Bidan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Jetis, Jumira mengungkap, aplikasi yang dikembangkan mahasiswa UGM menjadi sarana promosi kesehatan ibu dan anak yang cukup menarik. Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan di masyarakat. Pihak Puskesmas Jetis pun menyambut positif kehadiran AMOBA buah kreasi inovatif mahasiswa UGM. (Humas UGM/Ika/rts)