Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan untuk Berkarier di Jepang?

6
Japan.(Foto: LiputanIslam)
Japan.(Foto: LiputanIslam)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Merintis karier di Jepang tidak hanya berbekal tekad kuat dan kompeten dalam bidang yang digeluti saja, tetapi juga bahasa.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Eng. Bambang Setia Budi, Presiden Indonesia Carier Center Network (ICCN) dalam Seminar “Berkarir di Jepang” di Gedung Soegondo FIB UGM pasa Senin (07/01/2019).

“Se-kompeten apa pun orangnya dalam suatu bidang kalau tidak bisa bahasa jepang, maka akan sama saja, tidak bisa merintis karier di Jepang,” ungkap Bambang.

Pria yang juga bekerja sebagai Direktur ITB Career Center ini mengungkapkan bahwa kegagalan orang-orang untuk bekerja di Jepang biasanya terkendala pada bahasa jepang yang memang rumit dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mempelajarinya. Menurutnya, bahasa jepang menjadi sangat penting, terutama dalam tahap wawancara.

“Apabila individu telah menguasai bahasa Jepang, maka wawancara akan berjalan dengan lancar dan dialog akan terkesan lebih ‘cair’,“ ujar Bambang.

Pentingnya penguasaan bahasa Jepang ini juga dilatarbelakangi oleh orang-orang jepang sendiri yang menganggap bahwa bahasa internasional seperti bahasa Inggris hanya untuk keperluan formal. Oleh karena itu, kemampuan bahasa orang-orang jepang dapat dikatakan terbatas, sehingga mereka akan lebih senang jika ada orang yang dapat berbahasa Jepang, terlebih lagi dalam urusan pekerjaan.

Selain bahasa, Bambang menjelaskan bahwa ketertarikan individu pada berbagai hal yang terkait dengan Jepang, seperti makanan, bahasa, anime, budaya, dan hiburan juga turut memberikan nilai lebih bagi orang yang ingin bekerja di Jepang. Alasannya adalah dengan ketertarikan tersebut, maka pembicaraan dalam berbagai kesempatan akan lebih ‘cair’, serta terbuka potensi untuk membicarakan topik lain.

Bambang pun menambahkan, ketertarikan pada suatu hal yang spesifik dan sesuai dengan kualifikasi perusahaan akan membuka peluang besar diterimanya individu tersebut. Ia mencontohkan dengan, individu yang mencantumkan minat otomotif dalam resume atau CV-nya untuk mendaftar di perusahaan otomotif, maka akan terbuka peluang besar diterima.

Dalam akhir pembahasannya, Bambang menyampaikan bahwa kemampuan bahasa Jepang, keahlian, dan minat masih dapat ditambah dengan pengalaman yang masih terkait dengan Jepang untuk memberi nilai tambah pada resume.

“Apapun pengalaman yang terkait dengan Jepang ditambahkan saja, bisa pengalaman mengikuti les bahasa jepang, magang atau tukar pelajar di Jepang, hingga mengikuti komunitas pecinta anime pun bisa dimasukkan dalam resume,” pungkasnya.(Tita)