Apa Saja Kunci Penting Memajukan Petani dan UMKM di Kawasan Lahan Gambut?

156

Baca juga: Seorang Dokter Sangat Tidak Mudah untuk Mengcovidkan Pasien

Dia melihat fakta bahwa banyak lahan hutan yang terfragmentasi. Dalam hal ini lahan sudah berubah menjadi pemukiman dan ladang, kebun rakyat, hingga bekas area pertambangan.

Tentu persoalan ini menghalangi para petani mengaktualisasikan ide-ide bisnisnya.

Selain spasial, kata Fajar, petani sekaligus pelaku usaha juga perlu mengelola landscape dengan baik, termasuk menganalisa dan melakukan observasi lapangan untuk mendapatkan fakta.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah mendapatkan baseline, yang digunakan untuk menganalisa berbagai kondisi kawasan, termasuk dari segi bisnis dan sosial.

Fajar menjelaskan, terdapat lima baseline sumber daya di masyarakat. Antara lain human capital, social capital, natural capital, financial capital, dan physical capital.

Baca juga: Tak Mau Menjadi Ahli Gizi, Levi Menikmati Perannya di Bidang Industri Makanan

Baseline ini mendorong wirausaha ke arah yang dituju pelaku usaha.

“Membangun ekonomi nyatanya tidak semudah yang dipikirkan. Banyak pelaku usaha yang sudah dibantu pemerintah, tetapi akhirnya tidak mampu mengimplementasikan.”

“Untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang sesuai harapan, pemerintah memang harus memahami profil setiap pelaku ekonomi, baik petani, UMKM, dan sebagainya.”

“Kemudian memperhatikan cara penyampaian regulasi untuk mengakses SDA. Pemerintah harus memastikan pelaku usaha memahaminya dengan baik, mengingat kemampuan literasi masyarakat masih rendah,” tutur pria asal Pemalang, Jawa Tengah itu.

Selanjutnya, capacity building dan stimulan. Pemerintah harus memastikan program tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan deliver yang ditargetkan oleh pemerintah.

Baca juga: Staf Ahli Kemenkeu: Pemerintah Telah Memberikan Perhatian Penuh pada Pengembangan UMKM Sejak Sebelum Pandemi