Anwar Sanusi Jelaskan 3 Langkah Kemendesa PDTT untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

71

Baca juga: Darah Wonosobo Mengalir dalam Diri Raja Pertama Kesultanan Mataram

Anwar melaporkan, dari 74.878 desa di Indonesia, 98 persen di antaranya sudah menerima BLT.

Masyarakat yang menerima bantuan adalah keluarga dengan perempuan kepala keluarga dan keluarga dengan anggotanya yang terkena penyakit kronis.

Terakhir, kata Anwar, program Indonesia Bekerja, yang diupayakan agar masyarakat bisa tetap mandiri secara ekonomi dalam situasi krisis, dengan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Program ini ditujukan untuk keluarga miskin, penganggur, dan setengah menganggur, serta masyarakat marginal lainnya.

“PKDT menjalankan beberapa kebijakan khusus, di antaranya menetapkan proporsi upah lebih dari 50 persen dari biaya kegiatan, menerapkan sistem pembayaran upah perhari, menerapkan adaptasi kebiasaan baru, serta mengarahkan BUMDes untuk mengelola PKTD demi usaha ekonomi produktif,” tutur pria asal Ponorogo, Jawa Timur ini.

Baca juga: Solusi Gubernur Rohidin untuk Minimkan Kontak Fisik dalam Transaksi

Selain Canthelan, Anwar berharap pemerintah desa bisa mengupayakan adanya aksi-aksi lain yang lebih produktif, dalam hal ini bisa menciptakan kemandirian ekonomi desa.

“Di desa-desa banyak lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman semusim. Kalau aksi sosial saja bisa berjalan dengan baik, kini saatnya kita mengkapitalisasi keahlian dan sumber daya desa untuk menghadapi krisis.”

“Dengan dana Rp36 triliunn, Kemendesa menargetkan 21 juta pekerja bisa mandiri secara ekonomi melalu PKTD,” pungkas Wakil Ketua Umum PP KAGAMA ini. (Kn/-Th)

Baca juga: Amerika Latin, Catatan Perjalanan II