Anwar Sanusi: Desa Inklusi Penting bagi Penguatan Desa

102
Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi sedang memperbaiki regulasi terkait desa inklusi. Wakil Ketua Umum PP KAGAMA itu juga mengharapkan adanya pastisipasi aktif dari seluruh mitra-mitra pembangunan, termasuk KAGAMA. Foto: Ist
Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi sedang memperbaiki regulasi terkait desa inklusi. Wakil Ketua Umum PP KAGAMA itu juga mengharapkan adanya pastisipasi aktif dari seluruh mitra-mitra pembangunan, termasuk KAGAMA. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi, mengatakan sejatinya desa memiliki persoalan serius.

Persoalan tersebut, utamanya terkait kemajuan peradaban. Selama ini, masyarakat desa dianggap tertinggal dari banyak aspek.

“Namun, di sisi lain desa memiliki kekuatan untuk menjaga keragaman Indonesia. Desa memberikan ruang yang sama dari seluruh komponen desa yang ada,” ujar alumnus FISIPOL UGM ini.

Hal ini dia sampaikan dalam acara webinar KAGAMA bertajuk Desa Inklusif: Basis Solidaritas Bangsa, pada Kamis (2/7/2020).

Saat ini, salah satu yang membutuhkan perhatian besar adalah pemberdayaan kelompok disabilitas, sehingga pemerintah giat mendorong program ini.

Baca juga: Saran Hendri Saparini agar UMKM di Sumatera Utara Semakin Kuat

Menurut Anwar, desa sudah seharusnya bisa merangkul semua kelompok. Dalam proses pengambilan keputusan, semua kelompok dan komponen desa harus terlibat.

“Setiap musyawarah harus bisa melibatkan semua kelompok kepentingan yang ada di desa itu. Seperti representasi perempuan, pemuda, disabilitas, ulama, dan sebagainya harus terwakili dalam musyawarah,” ujar Wakil Ketua Umum PP KAGAMA ini.

Spirit yang dibawa desa, kata Anwar, tidak hanya pembangunan. Tetapi juga mempertahakan nilai-nilai bangsa, termasuk solidaritas, kebersamaan, tenggang rasa, dan gotong royong.

Nilai-nilai ini mencerminkan orisinalitas kebudayaan Indonesia yang masih eksis di tingkat perdesaan.

“Dalam lima tahun ke depan, kami sedang fokus membangun SDM dan meneruskan transformasi ekonomi di tingkat perdesaan,” ujar pria kelahiran 51 tahun lalu ini.

Baca juga: Alumnus Sekolah Pascasarjana UGM Angkatan 2010 Dipercaya Jadi Direktur Pengadaan Perum BULOG