Antropolog UGM Ungkap Alasan Kerajaan Mataram Datangkan Orang Kalang

989
Dosen Antropologi UGM, Pande Made Kutanegara, menjelaskan asal usul Orang Kalang yang belum lama ini hangat diperbincangkan. Foto: Ist
Dosen Antropologi UGM, Pande Made Kutanegara, menjelaskan asal usul Orang Kalang yang belum lama ini hangat diperbincangkan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejumlah oknum diketahui akan melakukan penjarahan di situs makam kuno Orang/Suku Kalang terjadi di Blora, Jawa Tengah, belum lama ini.

Oknum tersebut diduga ingin mengambil harta benda yang tertimbun di dalam makam kuno Suku Kalang.

Namun, aksi kriminal tersebut berhasil digagalkan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora dan Polsek Tunjungan.

Melansir Kompas, Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar setempat, M. Solichan Mochtar, memperkirakan ada 16 Kecamatan di Blora yang menjadi tempat makam kuno Suku Kalang. Seluruh makam kuno tersebut berada di hutan.

Terkait asal usul Orang Kalang, ada yang menyebut bahwa mereka adalah sub masyarakat Jawa yang tinggal di hutan.

Baca juga: Tiga Alumnus Fakultas Teknik UGM Isi Kursi Jajaran Direksi PT Pembangkitan Jawa Bali

Orang Kalang diklaim sudah ada sebelum masuknya agama Hindu-Buddha.

Satu hal yang menjadi ciri mereka, yakni mengubur orang meninggal beserta harta benda.

Namun demikian, Dosen Antropologi UGM, Pande Made Kutanegara, Ph.D., meyakini ada beberapa versi yang menyebut bahwa Orang Kalang berasal dari Bali. Pernyataan itu didasari oleh catatan historis.

“Dari segi historis ada beberapa versi, ya,” kata Pande, melansir laman Detik, Kamis (9/7/2020).

“Tapi versi paling besar, mereka (Orang Kalang) adalah orang Bali yang didatangkan oleh Raja Kerajaan Mataram Islam di Kotagede (Yogyakarta),” sambungnya.

Baca juga: Menteri Muhadjir Dorong Inovasi Produk Kesehatan Dalam Negeri untuk Percepatan Penanganan Covid-19