KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Gubernur  DIY  Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DIY tetap menjadi role model aktor perubahan. Yakni, dengan berjuang di tengah rakyat guna mendayagunakan segala kemampuannya.

Harapan Sultan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ir Gatot Saptadi disampaikan pada Musyawarah Daerah Pengurus Daerah (Musda Pengda) Kagama DIY, Rabu (29/11/2017) di Wisma Kagama, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Sultan yang juga alumnus Fakultas Hukum UGM meminta Kagama bersinergi dengan masyarakat mewujudkan pendidikan bermutu dan terjangkau masyarakat miskin.

“Kagama tidak cukup memiliki ciri kerakyatan, melainkan juga bersama masyarakat pendidikan melipatgandakan sinergi, mewujudkan pendidikan bermutu dan terjangkau oleh masyarakat miskin, karena pendidikan adalah jantung dari peradaban bangsa. Jika demikian kiprahnya, maka eksistensi dan peran Kagama DIY akan memberi arti dan manfaat bagi dunia pendidikan sebagai bentuk nyata kemitraannya,” demikian disampaikan.

Sekda DIY Ir Gatot Saptadi mewakili Gubernur DIY Sri SUltan HB X menyampaikan sambutan [Foto Taufiq Hakim/KAGAMA]
Sekda DIY Ir Gatot Saptadi mewakili Gubernur DIY Sri SUltan HB X menyampaikan sambutan [Foto Taufiq Hakim/KAGAMA]
Sekda DIY, Ir. Gatot Saptadi menyampaikan ketidakhadiran  Sultan karena sedang kunjungan kerja ke sejumlah lokasi bencana akibat hujan badai di wilayah DIY hingga mengakibatkan korban jiwa empat orang.

Ditambahkan Gatot, Sultan juga berpesan, sebagai organisasai kekeluargaan alumni, Kagama DIY tidak menjadi lembaga yang statis untuk meraih kekuasaan, melainkan sebuah entitas strategis yang mampu bermain di berbagai kancah pengabdian hingga di tingkat nasional untuk berkontribusi meningkatkan harkat dan martabat bangsa, khususnya pula mengangkat harkat martabat manusia Yogyakarta seperti visi Gubernur DIY.

“Saya berharap agar dengan kharisma kerakyatannya semoga karakter itu menjadi virus penguat bagi Kagama DIY sehingga lebih peka, tanggap, responsif, terhadap tantangan zaman yang berubah, serta mampu mewujudkan program-program kerja yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat bangsa, terutama di saat kota Yogyakarta tertimpa musibah bencana alam seperti yang sekarang ini.”