Amerika Latin, Catatan Perjalanan I

242

Baca juga: Dirut BNI Syariah Alumnus Pertanian UGM: Potensi Industri Halal di Indonesia Rp3192 Triliun

Komplek reruntuhan indah, megah dan magis. Machu Picchu. Foto: Dok Pri
Komplek reruntuhan indah, megah dan magis. Machu Picchu. Foto: Dok Pri

Dari Jakarta, pesawat Emirates terbang delapan jam non stop ke Dubai. Menempuh jarak dua belas ribuan kilometer. Setelah transit beberapa saat di kota modern di tengah padang pasir itu, rombongan berganti pesawat Emirates yang lain. Melanjutkan penerbangan, mengudara empat belas jam non stop menuju Sao Paulo. Kota terbesar dan terpadat di sisi timur Brazil, Amerika Selatan atau Amerika Latin.

Perjalanan ke Amerika Latin, negeri Bola dan Telenovela ini menyambangi destinasi destinasi signature di empat negara. Brazil, Chile, Peru dan Argentina.

Take off pukul 00.15 dari terminal tiga bandara Soetta. Rombongan senior traveler mengawali sebuah pengembaraan panjang. Penerbangan 23 jam, melintasi tiga Benua.

Sebagaimana perjalanan sebelumnya, awak selalu menemui suasana baru tak terduga. Menikmatinya, merasakannya dan tak lupa mengabadikan dalam foto foto. Juga mencoba membuat catatan catatan perjalanan. Tempat, suasana dan hal hal lainnya.

Berharap pula, barangkali suatu saat bisa menuliskan lagu lagu kenangan. Nada dan lirik tentang tempat tempat menawan yang pernah awak kunjungi. Bersambung…[]

*Tinggal di Cibubur, Bogor. Alumnus Fakultas Ekonomi UGM jurusan Akuntansi angkatan 1977, Lulus 1983. Ex. Direktur Utama PT Pelindo 4

Baca juga: Dubes Wahid Serahkan Becak dari Sultan HB X kepada Salah Satu Museum Tertua di Rusia