Alumnus Terbaik FISIPOL UGM Ini Pilih Menganggur Dulu Usai Wisuda

831

Baca juga: Rekomendasi Pekerjaan Sampingan untuk Mahasiswa yang Kuliah di Luar Negeri

“Di Sosiologi aku belajar belajar bagaimana habitus (kebiasaan) tercipta. Ya, seperti yang saya inginkan,” ujar Arif.

Ikut Lomba Debat, Melatih Public Speaking

Sepanjang kuliah mahasiswa angkatan 2015 ini aktif mengikuti berbagai lomba debat.

Ia turut serta dalam lomba debat lintas universitas di Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro.

Kata Arif, dengan ikut lomba debat ia bisa melatih bagaimana kiat berpikir runtut sekaligus public speaking.

Selain lomba debat, ia juga aktif bergabung sebagai staf riset di UKM BPPM Balairung.

Foto Bersama teman-teman UKM. Foto: Istimewa
Foto Bersama teman-teman UKM. Foto: Istimewa

Baca juga: Kiat Belajar Investasi untuk Mahasiswa

Ingin ‘Nganggur’ Dulu

Arif menjadi lulusan terbaik atau wakil wisudawan FISIPOL dalam Wisuda Program Sarjana dan Diploma IV Tahun Akademik 2018/2019 digelar pada Rabu (21/8/2019) di GSP UGM.

IPK 3,87 berhasil ia perioleh selepas Arif mempertahankan skripsinya tentang relasi antara kelas sosial dan pengetahuan tentang stunting di Indonesia.

Dalam skripsinya yang menggunakan pendekatan kuantitatif tersebut, Arif menyimpulkan kaum kelas atas memiliki pengetahuan yang lebih memadai tentang stunting dibanding kelas bawah.

Menyandang predikat sebagai lulusan terbaik tak membuat Arif terburu-buru mencari pekerjaan.

Ia justru sudah meminta izin ke ibunya untuk menganggur dulu selama satu tahun.

“Aku sudah minta izin ke ibu untuk nganggur setahun. Masa itu ingin aku gunakan untuk menyelam ke dalam,” pungkas Arif. (Venda)

Baca juga: KKN UGM Gandeng PP KAGAMA Kembangkan Kawasan Perkotaan Baru Rasau Jaya