Alumnus Filsafat UGM Ungkap Sejarah Integrasi Sains dan Filsafat dalam Menghadapi Pandemi

406

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Super Prioritas yang Jadi Fokus Dua Menteri KAGAMA

“Kitab suci sebagai postulat utama berbasis sains dijadikan sebuah rujukan bagi riset-riset lain. Dan itu terbukti dalam ilmu kedokteran.

“Kita bisa lihat temuan Ibnu Sina digunakan oleh negara-negara barat, terutama dijadikan sebagai salah satu rujukan di dunia kedokteran,” ungkap kandidat doktor Uludag University, Turki ini.

Sidqi menyebut, pandemi Covid-19 melanda di tengah zaman post-modern.

Mengutip pandangan filsuf asal Yugoslavia, Slavoj Zizek dalam bukunya yang berjudul Pandemic Covid-19 Shakes The World, Sidqi mengungkapkan, pembangunan ekonomi secara eksploitatif yang berpandangan pada neoliberalisme akan mengeksploitasi seluruh dunia.

“Seluruh dunia itu termasuk hewan dan alam, bahkan dalam Al-Qur’an dalam Surat Ar-Rum telah dijelaskan tentang konsep dan perawatan alam, serta adanya prediksi tentang adanya kerusakan alam karena ulah manusia,” ungkap lulusan The George Washington University ini.

Baca juga: Darah Wonosobo Mengalir dalam Diri Raja Pertama Kesultanan Mataram

Melalui berbagai teori dan pandangannya, kata Sidqi, para filsuf bisa memberikan kerangka berpikir bagi pemerintah dalam membuat kebijakan strategis jangka panjang untuk mengatasi bencana semacam pandemi.

Tak hanya untuk kebijakan tentang perlindungan alam dan makhluk hidup, tetapi juga ekonomi dan pembangunan.

Dalam hal ini mengupayakan adanya keseimbangan dua sektor tersebut, meningkatkan perlindungan alam dan makhluk hidup, di saat yang sama juga menekan kebijakan ekonomi yang eksploitatif.

Sebagai seorang lulusan jurusan Filsafat, Sidqi mengajak para ilmuwan maupun filsuf lainnya untuk membuat sebuah kurikulum yang bisa membantu mengintegrasikan sains dengan filsafat.

“Saya harap filsafat di masa depan tidak hanya menjadi ilmu murni, tetapi dikembangkan juga menjadi ilmu terapan, terutama dalam sains yang diharapkan lahir dengan nama filsafat sains,” ujar pria yang kini juga menjadi asisten dosen di Uludag University. (Kn/-Th)

Baca juga: Solusi Gubernur Rohidin untuk Minimkan Kontak Fisik dalam Transaksi