KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keluarga  Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) diharapkan terlibat secara aktif dalam upaya penanggulangan bencana yang saat ini melanda sejumlah daerah di Indonesia. Kagama diharapkan juga dapat bersinergi dengan berbagai pihak meringankan masyarakat terdampak bencana.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Kagama Ahmad Agus Setiawan, Ph.D., mewakili Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo pada Musyawarah Daerah Pengurus Daerah (Pengda)  Kagama, Rabu (29/11/2017) di Wisma Kagama, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

“Kagama bergerak bersama UGM dan semua pihak secara sinergis membantu masyarakat yang terkena bencana. Semoga ke depan Kagama bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” tuturnya.

(ki-ka) Arimbi, Drs. Suryadiman, M. M.,  dan  Ir Gatot Saptadi [Foto Taufiq Hakim/KAGAMA]
(ki-ka) Arimbi, Drs. Suryadiman, M. M., dan Ir Gatot Saptadi [Foto Taufiq Hakim/KAGAMA]
Ditambahkan Ahmad Agus Setiawan mewakili Ganjar Pranowo, hingga November 2017 telah diwisuda generasi milenial, sebagai bagian dari Kagama. Jumlah alumni UGM pun sudah mencapai 300 ribuan  dari lintas angkatan. Jumlah tersebut menjadi kekuatan yang sangat penting ketika generasi dan generasi milenial sedang dalam proses pencarian, lalu dirangkul.

“Mereka punya gaya komunikasi kekinian, medsos dan sebagainya, tentu saran-saran mereka perlu kita akomodasikan untuk turut membangun dan mengembangkan Kagama,” tutup Agus.

Pada kesempatan itu juga dibacakan laporan pertanggungjawaban oleh  Arimbi, antara lain tentang kegiatan Kagama untuk masyarakat, baik  di DIY serta bekerja sama dengan Pengcab Kagama Kabupaten Kendal yang hingga sekarang masih berjalan. Sedangkan yang bersifat internal, terutama berkaitan dengan pengorganisasian di Pengda dan Pengcab-Pengcab.

“Selain itu, dari 2012-2013 dalam rangka mengisi keistimewaan, ada pergelaran budaya, wayang kulit Brontokusuman. Ini juga ada keunikan dari segi ubo rampenya, yang menghadirkan berbagai macam aneka ragam, dan ini menjadi keunikan sebuah pergelaran wayang Yogyakarta. Serta kegiatan olahraga, seperti Turnamen Tenis Kagama Cup dan Line Dance,” ujarnya. [Taufiq Hakim]