Almarhum Prof. Supargiyono Dikenal Sederhana dan Lembah Manah

485
Beliau ini jarang bicara, tapi pekerja keras. Foto: Humas UGM
Beliau ini jarang bicara, tapi pekerja keras. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sederhana, kokoh dalam pendirian, disiplin dalam aturan.

Demikianlah tiga karakter yang menggambarkan sosok almarhum Prof. dr. Supargiyono, DTM&H, SU, Ph.D, di mata adik tingkatnya Prof. dr. Hari Kusnanto Josef, SU., Dr.PH.

“Beliau ini jarang bicara, tapi pekerja keras, antara lain dalam menilai angka kredit kenaikan pangkat,”kenangnya.

Selama mengajar, almarhum Supargiyono selalu mendorong mahasiswanya agar terpacu untuk rajin belajar dan mampu memberikan hasil terbaik.

“Ketika membimbing mahasiswa S3 beliau memang menerapkan standar yang tinggi,” ungkap Hari.

Baca juga: Warga Sumbawa Belum Tertarik Pakai Alat Kontrasepsi

Salah seorang mahasiswanya, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc., D.Comm.Nutr, juga mengenang sosok almarhum Supargiyono yang sederhana itu.

Ketika Adi menempuh studi S2 Kesehatan Kerja di UI, almarhum Supargiyono juga sedang belajar di Lembaga Eijkman UI pada 1986.

Kemudian pada 1987 keduanya sama-sama menempuh studi di The London School of Hygiene and Tropical Medicine di Inggris.

Aktivitas terakhir Adi bersama almarhum, keduanya sama-sama menjadi anggota Dewan Riset DIY.

Setiap berinteraksi, almarhum Supargiyono selalu melarang Adi untuk berbahasa Jawa krama inggil, meskipun hal tersebut semata-mata hanya untuk menghormati almarhum.

Baca juga: Gitar Batik Karya Alumnus Arsitektur UGM Ini Telah Mendunia