Almarhum Prof. Asip Hadipranata Sosok Pemikir Luas dan Peduli Hal-hal Kecil

540
Sepulang dari Jepang, beliau membawa banyak pemikiran baru tentang psikologi industri. Beliau ikut mengembangan fakultasnya sendiri, juga fakultas lain. Beliau sangat lintas disiplin. Foto: istimewa
Sepulang dari Jepang, beliau membawa banyak pemikiran baru tentang psikologi industri. Beliau ikut mengembangan fakultasnya sendiri, juga fakultas lain. Beliau sangat lintas disiplin. Foto: istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – “Saat mengisi acara-acara di luar, Bapak selalu cerita tentang anak-anaknya. Bapak sering kali tugas di luar, sehingga kami lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibu. Tapi, ternyata Bapak tidak pernah lupa dengan kami, itu yang membuat kami bangga dengan Bapak.”

Demikian kesan Handoso Wasitomo atau yang akrab disapa Hendy, tentang almarhum ayahnya, Prof. Asip F. Hadipranata, saat jenazahnya disemayamkan di Balairung pada Jum’at (6/12/2019).

Selepas ayahnya pensiun, tepatnya saat almarhum menginjak usia ke-65, Hendy dan keluarganya selalu mengingatkan sang ayah untuk beristirahat.

Namun, beberapa bulan beristirahat, almarhum Prof Asip justru malah sakit-sakitan. Akhirnya Asip beraktivitas kembali.

Hendy teringat kala itu, sang ayah memiliki keperluan berkunjung ke daerah Kalimantan, yang daerahnya tidak mudah dijangkau.

Baca juga: Orkes Keroncong Adigita Gama Sabet Juara I Lomba Grup Keroncong 2019

Untuk menuju ke sana harus menggunakan transportasi udara, darat dan laut.

“Saya sendiri kalau ditawari itu keberatan. Tapi, tidak bagi Bapak. Hal ini yang justru membuat Bapak bergairah dan semakin sehat,” ujar anak kedua almarhum ini.

Sampai di usianya yang ke-75, almarhum masih aktif berkegiatan.

Namun, di usianya yang ke-76, almarhum terkena penyakit stroke ringan.

Tak lama setelah itu, dirinya harus beristirahat secara total selama tiga tahun.

Baca juga: Marak Ujaran Kebencian, Apa yang Harus Dilakukan Warganet?