Almarhum Nopirin Sosok Dosen yang Humoris dan Egaliter

454
Prof. Dr. Nopirin, M.A (Guru Besar Dep Ilmu Ekonomi, Dekan FE UGM Periode 1994-2001). Foto: FEB UGM
Prof. Dr. Nopirin, M.A (Guru Besar Dep Ilmu Ekonomi, Dekan FE UGM Periode 1994-2001). Foto: FEB UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kabar duka datang dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Salah satu pengajar terbaiknya, Prof. Dr. Nopirin, M.A berpulang pada Kamis (15/8/2019) di RS. Panti Rapih, Yogyakarta.

Segenap keluarga besar UGM mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam rasa duka tersebut beberapa civitas yang mengenal Nopirin menyampaikan kesan mendalam selama mengenalnya.

Tak terkecuali bagian Humas FEB, pihaknya mengatakan Nopirin adalah sosok dosen yang selalu bersemangat dan selalu memberikan motivasi kepada para juniornya.

Bacaj juga: Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Ekonomi Digital Terbesar Asia Tenggara

“Semasa sehat, selepas mengajar dan bimbingan mahasiswa, beliau selalu menyapa para juniornya dan tenaga kependidikan di FEB UGM,” ungkap Ika Krisnadewi kepada KAGAMA, belum lama ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nur Mazhariya Ulmi, alumnus departemen Ilmu Ekonomi.

Nur pernah mengikuti satu mata kuliah yang diampu Nopirin.

“Yang paling aku inget Pak Nopirin semangat banget kalo ngejelasin di kelas, meskipun udah tergolong dosen tua,” ujar alumnus FEB angkatan 2012 itu.

Dekan FEB UGM Eko Suwardi, Ph.D. menuturkan, segenap jajaran pengurus fakultas dan koleganya merasa kehilangan.

Baca juga: Hendri Saparini: Infrastruktur Digital untuk Ekonomi Kerakyatan

Sosok Nopirin, kata Eko, merupakan guru yang humoris, tetapi mengajarkan banyak hal kepada semua orang.

Cerita kenangan akan Nopirin juga datang dari Rimawan Pradiptyo, Ketua Departeman Ilmu Ekonomi UGM.

Diungkapkan oleh Rimawan, Nopirin dalam mengajar selalu bersemangat dan humoris.

“Setiap kali kuliah, konsep penting dalam ilmu yang diajarkan selalu diulang-ulang oleh beliau,” ungkap mahasiswa Nopirin yang kini juga menjabat sebagai komisaris Jasindo itu.

Rimawan mengenal Nopirin sebagai sosok dosen yang egaliter.

Baca juga: Merespon Implementasi Pembangunan Infrastruktur dari Sisi Ekonomi Politik

Diceritakan oleh Rimawan, di lingkungan departemen, dosen tua menghadap dosen muda merupakan hal yang biasa.

Para pendahulu di departemen tidak ingin diperlakukan khusus, termasuk Nopirin.

“Beliau ini sosok yang egaliter kepada siapa saja, termasuk mahasiswa. Kami dulu suka saling ejek dalam bercanda. Tapi ini biasa dan memang basic-nya beliau kaya gitu. Kalau diejek ya nggak pernah marah,” jelas Rimawan.

Nopirin sudah mengabdi pada UGM sejak 1969.

Dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar pada 2001 itu menyelesaikan pendidikan di S1 Ilmu Ekonomi UGM (1968), menamatkan pendidikan masternya di University of The Philippines, Quezon (1971) dan doktoralnya di Washington State Univ., USA (1983).

Selain menjadi tenaga pengajar, Nopirin juga sempat beberapa kali menduduki jabatan struktural di FEB.

Sampai di akhir usianya Nopirin masih aktif sebagai dosen.

Nopirin meninggal dunia di usianya yang ke-76 dan meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. (Kinanthi)

Baca juga: Desa Primasejahtera Baru, Terobosan DIY Mendorong Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi