Almarhum Djoko Dwiyanto di Mata Ketua KAGAMA Kaltim: Sosok Kakak yang Serius tapi Selengean

466
epergian dosen purnatugas Arkeologi FIB UGM, Dr. Djoko Dwiyanto, meninggalkan kesan mendalam bagi Ketua KAGAMA Kaltim, dr. Joko Martono. Foto: Ist
epergian dosen purnatugas Arkeologi FIB UGM, Dr. Djoko Dwiyanto, meninggalkan kesan mendalam bagi Ketua KAGAMA Kaltim, dr. Joko Martono. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Seluruh babak kehidupan dari Dr. Djoko Dwiyanto, M.Hum. telah menemui titik akhir.

Dosen purnatugas Departemen Arkeologi di Fakultas Ilmu Budaya UGM itu wafat pada Jumat (18/9/2020) pukul 10.00 WIB.

Djoko meninggal dunia dalam usia 67 tahun, ketika perjalanan dari rumahnya. Yakni di Purwokerto Karangmojo RT 06 RW 03 Purwomartani, Kalasan, Sleman Yogyakarta, menuju Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY).

Jenazah almarhum lantas dikebumikan sore harinya di pemakaman keluarga, Kokap, Kulonprogo.

Sosok kelahiran Yogyakarta 7 Maret 1953 itu pergi meninggalkan istri Lilik Safiliah, tiga orang anak (Aswin Wardana, Boma Wicaksana, Sasi Hemawardhani), dan dua orang cucu.

Djoko Dwiyanto (tengah) sewaktu mahasiswa. Foto: Joko
Djoko Dwiyanto (tengah) sewaktu mahasiswa pada tahun 1975-an. Foto: Joko

Baca juga: Tren Industri Pangan Berbasis Maritim dan Cara Memasarkan Produknya

Kabar kepergian Djoko turut membuat keluarga besar UGM merasa kehilangan. Melalui Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional, UGM menyampaikan ungkapan bela sungkawa.

“Segenap keluarga besar Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Dr. Djoko Dwiyanto, M.Hum., alumnus Fakultas Ilmu Budaya angkatan 1979.”

“Semoga almarhum diberikan tempat disisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin,” tulis Direktorat Alumni UGM.

Djoko pensiun dari tugas-tugas pegawai negeri pada Maret 2018, setelah 36 tahun mengabdi di Arkeologi UGM.

Acara pelepasannya waktu itu bersamaan dengan peluncuran bukunya, Refleksi Penelitian Epigrafi dan Prospek Pengembangannya.

Baca juga: Bisa Gantikan Energi Fosil, Begini Peluang dan Tantangan Riset Pengembangan Bahan Bakar Nabati