KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Pendidikan Tinggi Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M. Sc., Ph. D. meresmikan Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI), Sabtu (17/12/2017) di Balai Senat UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong serta penandatanganan dokumen FDGBI).

Selain peresmian organisasi guru besar, FDGBI pada kesempatan itu juga menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan bertema “Masyarakat Adat dan Gerakan Kebudayaan di Indonesia : Menggali Memori Nilai-Nilai Kebangsaan”.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X selaku tokoh pemangku adat serta perwakilan masyarkat adat Nusantara menerima cenderamata dari Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Gubernur DIY Sri Sultan HB X selaku tokoh pemangku adat serta perwakilan masyarkat adat Nusantara menerima cenderamata dari Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Selain mendaulat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membawakan welcoming speech dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP menyampaikan keynote speech, FDGBI juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dr. Laksmi Adriani Savitri, M. Si., Dr. Sulastriyono, SH, M. Hum, Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc., Dr. Much. Taufik Hermawan, S. Hut., M. Si., dan Prof. Dr. Mustofa, Apt., M. Kes.

Ketua FDGBI Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M.Sc.  dalam sambutan menyampaikan, pembentukan FDGBI melalui proses dan serangkaian kegiatan, antara lain lokakarya Guru Besar Perguruan Tinggi se-Indonesia disertai deklarasi terbentuknya FDGBI pada 3 dan 4 Agustus 2017 di Balai Senat UGM.