Akuntansi Punya Makna Lebih dari Sekadar Laporan Keuangan

146
Akuntasi kerap dipandang sebagai bidang keilmuan yang rumit, serta hanya berhenti pada laporan dan angka. Foto: Jasa Marga
Akuntasi kerap dipandang sebagai bidang keilmuan yang rumit, serta hanya berhenti pada laporan dan angka. Foto: Jasa Marga

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Akuntasi kerap dipandang sebagai bidang keilmuan yang rumit, serta hanya berhenti pada laporan dan angka.

Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia akuntansi dan keuangan, Dewan Penasehat Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Drs. Sapto Amal Damandari, Ak, C.P.A, memaknai akuntansi lebih dari sekadar laporan keuangan.

Kala itu, pada 2008 Sapto menjabat sebagai Ketua Dewan Konsultatif IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP) selama enam tahun.

Dirinya merasa bersyukur bisa ikut menyaksikan dan terlibat dalam beberapa diskusi yang sangat dinamis dalam perumusan standar akuntansi pemerintahan.

Pada 2010 Standar Akuntansi Pemerintahan berhasil diwujudkan melalui Peraturan Pemerintah.

Baca juga: Mahasiswa Peternakan UGM Ubah Bulu Ayam Jadi Papan Pengganti Kayu

Itulah saat tonggak sejarah dimulainya reformasi akuntansi sektor publik di Indonesia.

Sapto kemudian terus terlibat di berbagai kegiatan dalam upaya transformasi akuntansi pemerintah, dari sebelumnya berbasis kas menuju akrual menjadi berbasis akrual secara penuh.

Akrual dipahami sebagai cara dalam pembukuan yang menganggap biaya dan pendapatan bukan jumlah yang dibayarkan atau diterima saja.

Basis akrual, kata Sapto, diterapkan di seluruh entitas pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Dirinya juga terlibat dalam mendorong peningkatan kapasitas bagi para akuntan di sektor publik.

Baca juga: Terobosan Sapto Amal Tingkatkan Kinerja Badan Pemeriksa Keuangan RI