Ajaran Ki Ageng Suryomentaram yang Berguna untuk Anak Muda Masa Kini

248
Kawruh Jiwa dari Ki Ageng Suryomentaram adalah ajaran yang aplikatif untuk anak muda masa kini menurut pendiri Langgar.co alumnus UGM, Irfan Afifi. Foto: Dok. Pri
Kawruh Jiwa dari Ki Ageng Suryomentaram adalah ajaran yang aplikatif untuk anak muda masa kini menurut pendiri Langgar.co alumnus UGM, Irfan Afifi. Foto: Dok. Pri
KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Orang tua yang bahagia melihat anaknya lahir ke dunia, mungkin saja menaruh harapan besar kepada si jabang bayi.
Tahundemi tahun, si bayi tumbuh mendewasa, membawa angan dan cita-cita.

Angan dan cita-cita itu entah dari sang orang tua atau pun dari dirinya sendiri.

Untuk dapat mewujudkan angan dan cita-citanya dalam hidup, seorang anak kemudian melakoni aktivitas yang didorong oleh kehendak alias kekarepan.

Berbicara masalah kekarepan, filsuf Ki Ageng Suryo Mentaram (1892-1962) menawarkan sebuah ilmu yang dirumuskannya sejak abad ke-20 dimulai.

Belakangan orang menyebut ilmu itu sebagai Kawruh Jiwa yang berfungsi untuk mengenali diri sendiri.

Baca juga: 5 Langkah Nyata KAGAMA Balikpapan dalam Memerangi Wabah

Pegiat kebudayaan Irfan Afifi melihat Kawruh Jiwa dimulai dari laku untuk mendisiplinkan kehendak, menajamkan pikir, membersihkan jiwa, dan berujung pada pengenalan diri akan hakikat hidup.

Satu prinsip Kawruh Jiwa yang disebut Irfan cukup penting adalah mulur (mengendur) dan mungkret (mengerut) dalam bagian Kawruh Karep.

“Kalau keinginan terpenuhi, maka akan mungkret. Namun, keinginan akan mulur lagi sampai pada titik kehendak tidak terpenuhi,” kata Irfan,  dalam webinar yang diadakan Laboratorium Filsafat Nusantara Fakultas Filsafat UGM, belum lama ini.

“Kalau keinginannya terpenuhi, maka akan senang. Kalau tidak, makan akan susah. Itu sifatnya abadi—hukum keinginan,” jelasnya.

Seorang manusia tentu akan menemui susah dan senang, sebuah fakta kehidupan yang tidak dapat dihapus.

Baca juga: Kata Profesor Iin Handayani, Pertanyaan ‘Mau Jadi Apa’ Sudah Tak Cocok Lagi untuk Generasi Z