Agrosociopreneur Jalan Terang untuk Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan

94

Baca juga: FK-KMK dan Kagamadok Gelar Konser Amal untuk Bangun Kota Difabel

Untuk memulai bisnis, bisa dimulai dari sikap empati atau keprihatinan terhadap suatu persoalan.

Berbeda dengan Agradaya, Tanijoy fokus pada peningkatan modal petani melalui sebuah platform digital yang berfungsi menghubungkan petani dengan investor.

Gebrakan ini dilakukan Nanda berangkat dari keprihatinannya pada kondisi pertanian yang terancam tidak produktif seiring dengan perkembangan teknologi.

”Kalau dibiarkan, menurut sebuah riset Indonesia tahun 2050 mendatang bisa mengalami kelaparan,” ujar Nanda.

Di samping itu, sebagian besar mata pencaharian masyarakat Indonesia adalah bertani, tetapi sebagian besar petani justru tidak sejahtera,” jelas Nanda.

Baca juga: Seminar Nasional III pra-Munas KAGAMA Soroti Kesehatan Indonesia Hadapi Revolusi Industri 4.0

Menurut Nanda faktor-faktor yang menyebabkan petani gagal yaitu mereka mengalami kesulitan akses modal, pasar, serta edukasi dan teknologi.

Belum lagi ada sebuah prediksi di tahun 2050 mendatang, sebagian besar penduduk akan hidup di kota.

Tentu hal ini akan mempengaruhi eksistensi profesi petani dan lahan pertanian yang terancam ditinggalkan.

Namun, di sisi lain Indonesia memiliki bonus demografi.

Penduduk usia produktif ini merupakan potensi besar yang dimiliki untuk didorong mengembangkan pertanian.

Baca juga: Tolak Upaya Pelemahan KPK, UGM Sampaikan 5 Tuntutan kepada DPR dan Pemerintah