KAGAMA.CO, KOTAGEDE – Dosen  Fakultas Filsafat UGM Drs. Achmad Charris Zubair, S. U. mengapresiasi rencana penulis yang tergabung dalam organisasi profesi penulis Satu Pena Indonesia untuk menyelenggarakan Kotagede Writers Festival (KWF) 2018. Momentum tersebut dapat membangkitkan ingatan kolektif masyarakat tentang asal-usul peradaban, khususnya di era Mataram Islam, jauh sebelum kelahiran Kota Surakarta dan Yogyakarta.

Achmad Charris Zubair yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasinya dalam Ramah Tamah bersama Ketua Umum Satu Pena Indonesia, Nasir Tamara, Ph. D. dan para penulis, akademisi, dan arsitek, Kamis (4/1/2018) malam di Ndalem Natan, Kotagede, Yogyakarta. Pada kesempatan itu juga dirayakan ulang tahun Nasir Tamara yang ke-67 oleh para penulis yang tergabung dalam Satu Pena  Indonesia, akademisi, dan tamu undangan.

“Festival nantinya bukan semata-mata pertemuan para penulis. Tapi, mestinya merupakan satu momentum untuk membangun kesadaran bahwa dunia imajinasi sesungguhnya merupakan bagian terpenting dalam membangun peradaban,” ucap Charris yang juga tinggal di Kotagede.

Ketua Umum Satu Pena Indonesia Nasir Tamara menyampaikan rencana kegiatan KWF yang akan dihelat untuk kali pertama pada April 2018. Kegiatan tersebut direncanakan berskala nasional, terutama juga bagi para penulis anggota Satu Pena Indonesia yang saat ini berjumlah 120-an penulis lintas genre.

Lebih lanjut Nasir Tamara mengharapkan, melalui Kotagede Writers Festival dunia literasi yang selama  ini disinyalir mengalami pemunduran dapat bangkit kembali.

“Yang disampaikan Pak Charris bisa dimulai dari Kotagede yang menunjukkan kekayaan kultural, imajinasi, dan rumah ini (Ndalem Natan) yang diresmikan Prof Sudjarwadi saat menjabat Rektor UGM, menjadi tempat inspirasi untuk berkarya dan upaya pemajuan budaya,” pungkasnya. [RTS]