KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Universitas Gadjah Mada meresmikan gedung Innovative Academy Hub sebagai co-working space untuk startup, Jumat (2/3/2018) di Jalan Bulaksumur H-6, Yogyakarta. Acara peresmian  dihadari beberapa pihak yang turut serta membantu mewujudkan pengembangan kreativitas dan inovasi berbasis teknologi digital.

Keberadaan co-working space ini sebagai bentuk dukungan UGM untuk menyiapkan mahasiswanya  mengikuti perkembangan dunia yang begitu cepat dengan perkembangan dunia teknologi informasi yang telah banyak mengubah kehidupan manusia.

Acara dibuka Wakil Rektor Kerja Sama dan Alumni Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., L.L.M. dengan harapan mahasiswa UGM ke depan setelah lulus kuliah tidak bingung mencari pekerjaan lagi. Namun, mereka sudah membuat perusahaan sendiri yang semuanya dilahirkan dari tempat tersebut. Karena, pada waktu sekarang perkembangan dunia sangat cepat dan pihak universitas juga harus merespons perubahan tersebut untuk dapat mampu bersaing di era global.

Pendapat senada dikemukakan Presiden Direktur Lintasarta, Arya Damar sebagai pihak industri yang mendukung dibukanya Innovative Academy Hub di UGM. “Keberadaan tempat ini untuk bisa menghubungkan universitas dengan dunia industri yang selama ini belum bisa berjalan seiringan. Karena, pada waktu sekarang perlunya sinergisitas dari kedua belah pihak untuk dapat mendukung menghasilkan wirausahawan yang mampu memanfaatkan ekonomi digital,” kata Arya Damar.

Dalam waktu dekat, Lintasarta dan UGM akan melaksanakan Innovative Academy Appcelerate Progam, yaitu ajang penjaringan tim start-ups yang memiliki solusi permasalahan dalam bentuk inovasi produk dan aplikasi digital.

“Setelah terpilih start up terbaik, kami dari pihak Lintasarta akan membantu dalam mengelola pengembangannya. Mulai dari pengelolaan, manajemen, keuangan, dan hingga bisa menjadi bisnis yang memberikan hasil positif,” tutur Arya Damar.

Kerja sama UGM dengan Lintasarta mendapat dukungan penuh dari Rektor Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng untuk dapat melahirkan wirausahawan yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk dapat memajukan Indonesia agar mampu bersaing dalam dunia global.

“Sinergi UGM-Lintasarta diharapkan dapat menumbuhkan semangat socio-entrepreneurial dan mendorong mahasiswa menghasilkan berbagai solusi digital atas permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ungkap Prof. Panut mantan Dekan Fakultas Teknik UGM.

Selain itu, dengan adanya co-working space, menurut Prof Panut, akan memberikan integrasi antarberbagai disiplin ilmu yang ada di UGM untuk dapat saling memberikan kontribusi. “Karena pada waktu sekarang industri digital memerlukan kerja sama dari berbagai disiplin keilmuwan untuk dapat menghasilkan produk bisnis yang baik. Selain itu, dengan adanya tempat ini akan menjadi tempat membangun networking, rembugan, dan melahirkan ide-ide kreatif yang inovatif,” tutur Prof Panut.

Ke depan, harapan Prof Panut dengan adanya tempat yang bisa menjadi pendorong untuk melahirkan ide-ide kreatif untuk menciptakan wirausawan yang memanfaatkan perkembangan teknologi lebih banyak lagi baik dari lingkungan UGM, Yogyakarta, dan Indonesia.

“Ini tidak lepas dari perkembangan dunia yang sudah berubah dengan kemajuan pesatnya teknologi informasi yang banyak mengubah kehidupan manusia. Inilah harapan ke depan dari UGM yang lebih banyak melahirkan wirausahawan dalam dunia digital,” pungkasnya. [Fikri Fawaid]