86 Peserta Ikuti Lomba Baca Puisi “Hari Chairil Anwar 1986”

Chairil Anwar.(Foto: Urusan Dunia)
Chairil Anwar.(Foto: Urusan Dunia)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak dulu Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) UGM sering mengadakan lomba karya sastra. Sampai sekarang ini beberapa perlombaan seperti lomba cipta cerpen serta pusi masih rutin diadakan.

Pada 1986 KMSI pernah mengadakan Lomba Baca Puisi Mahasiswa. Perlombaan tersebut diadakan dalam rangkaian peringatan Hari Chairil Anwar 1986, hari ini sering disebut Hari Puisi Nasional.

Waktu itu estimasi peserta dipatok maksimal berjumlah 70 orang, namun karena besarnya antusias mahasiswa, maka ditambah menjadi 86.

“Itupun masih belasan peserta yang dengan berat hati terpaksa ditolak,” ungkap pantia itu seperti yang dimuat dalam Majalah Balairung edisi perdana tahun 1986.

Lomba waktu itu diadakan selama dua hari. Yaitu tanggal 2 Mei untuk penyisihan dan 3 Mei diperuntukkan babak final. Perlombaan tersebut memperebutkan piala Dekan Fakultas Sastra, yang kini berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya, serta piala dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah DIY.

Selain piala, ada juga hadiah berupa buku dan majalah yang diberikan kepada 14 orang finalis. Hadiah tersebut disponsori oleh Balai Penelitian Bahasa, Lembaga Indonesia-Prancis, dan UGM Press.

Peserta dari perlombaan tersebut berasal dari 8 perguruan tinggi. Di antaranya adalah UGM, IKIP Yogyakarta (UNY), IKIP Muhammadiyah, IKIP Sadhar, Stiper, UII, Akakom, dan ISI.

Peserta dari UGM tercatat berasal dari 16 fakultas yang berbeda. Kategori lombapun tidak dibedakan berdasarkan laki-laki atau perempuan waktu itu.

Di akhir perlombaan, peraih posisi pertama, kedua, dan ketiga, serta juara harpan adalah: Adveb Tina (F. Sastra UGM), Eny Hardjanti (IKIP Muhammadiyah), Ani Purwandari (FNT UGM), dan Tresnawati (Farmasi UGM) yang kesemuanya adalah perempuan. Semenjak babak final tercatat hanya 3 peserta laki-laki dari total 14 finalis.

Dekan Fakultas Sastra (FIB sekarang), Prof. Dr. T. Ibrahim Alfian dalam sambutannya yang dibacakan oleh pembantu Dekan III pada acara final mengaku menyambut baik acara tersebut. Sementara itu, ketua Jurusan Sastra Indonesia Dra. Sugihastuti mengharapkan kegiatan serupa dapat mentradisi.

Untuk itu pihaknya berharap ada acara tahunan serupa, namun tidak harus baca puisi. Bisa berupa lomba cerpen, monolog atau yang lainnya.

Secara keseluruhan acara dapat berlangsung secara lancar. Hanya sedikit yang perlu dievaluasi, seperti penyesuaian waktu perlombaan dengan jumlah peserta.(Thovan)