85.500 Hektare Jaringan Irigasi Direhabilitasi untuk Dukung Program Lumbung Pangan Baru di Kalteng

42
Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Tambak Bahaur pada kawasan eks pengembangan lahan gambut (PLG) di Kalimantan Tengah yang sudah dikembangkan menjadi sawah. Foto: Kementerian PUPR
Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Tambak Bahaur pada kawasan eks pengembangan lahan gambut (PLG) di Kalimantan Tengah yang sudah dikembangkan menjadi sawah. Foto: Kementerian PUPR

KAGAMA.CO, JAKARTA – Guna menjamin kebutuhan pangan bagi masyarakat, pemerintah berencana menciptakan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di Indonesia.

Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 tersebut rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lahan potensial pada kawasan eks pengembangan lahan gambut (PLG) di Kalteng yang sudah dikembangkan menjadi sawah.

“Lahan tersebut sebelumnya merupakan bagian Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta hektare di Kuala Kapuas.”

“Terdapat seluas 165.000 hektare lahan yang sekarang sudah menjadi sawah, bukan berupa gambut tetapi material batuannya adalah tanah aluvial yang berada di pinggir sungai Barito,” kata Menteri Basuki dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur di Lima KSPN Sudah Berjalan 33 Persen

Dari total luas lahan potensial tersebut, Menteri Basuki mengatakan sudah ada sekitar 85.500 hektare lahan fungsional yang digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya.

Sisanya sekitar 79.500 hektare sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali.

Berdasarkan data, dari total luas lahan yang fungsional tersebut, diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 hektare, sedangkan sisanya seluas 28.300 hektare kondisi jaringan irigasinya masih berfungsi dengan baik.