KAGAMA.CO, YOGYAKARTA-Jika kita melintas di jalan Persatuan, entah itu megarah ke Kaliurang atau Simanjuntak, ada satu bangunan yang rasanya tak akan luput dari pandangan. Bangunan tersebut ialah Gedung Pusat UGM. Gedung megah tiga lantai ini sudah hampir 60 tahun berdiri.

Saat pertama kali direncanakan dibangun, gedung ini disambut gegap gempita oleh mahasiswa. Namun dalam proses pembangunannya justru sempat membuat kecewa. Kenapa demikian? Berikut 5 fakta mengejutkan proses pembangunan gedung tersebut.

1. Peletakan Batu Pertama oleh Presiden Soekarno

Pascakemerdekaan, Soekarno punya keinginan untuk mendirikan universitas di Indonesia. Iktikad tersebut disambut oleh Sultan Hamengku Buwono IX. Ia menghibahkan kompleks Bulaksumur untuk mewujudkan impian Soekarno tersebut.

Bertepatan dengan Dies Natalis UGM kedua, dilakukan peletakan batu pertama gedung impian itu. Soebono dalam Majalah Gadjah Mada No. 5 Agustus 1953 mengisahkan peletakan tersebut dirayakan cukup meriah.

Kala itu jika disebutkan kata Bulaksumur, konon di bayangan para mahasiswa akan langsung terbayang sebuah gedung bertingkat 3 yang “menjulang ke atas meliputi bidang seluas k.l. 1 km persegi”.