44 Tahun Mengabdi, Mohtar Mas’oed Selalu Jadi Teladan Bagi Orang Terdekat

189
'Galak, tidak terduga, wise, menginspirasi, suka guyon' merupakan beberapa kata yang dilontarkan mahasiswa untuk sosok Mohtar melalui tagar #MohtaRefire di media sosial. Foto: mprk.ugm.ac.id
'Galak, tidak terduga, wise, menginspirasi, suka guyon' merupakan beberapa kata yang dilontarkan mahasiswa untuk sosok Mohtar melalui tagar #MohtaRefire di media sosial. Foto: mprk.ugm.ac.id

OKAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sivitas akademik FISIPOL UGM tidak henti-hentinya mengungkapkan rasa bangga kepada salah satu putra terbaiknya, Prof. Dr. Mohtar Mas’oed (70).

Acara Talkshow Purna Tugas Mohtar Mas’oed “Meretas Batas-batas Ruang Akademik dan Aktivisme” beberapa waktu lalu, menjadi hari bahagia bagi Mohtar.

Para dosen, kolega, mahasiswa, dan segenap keluarganya bersama-sama mensyukuri perjalanan panjang Mohtar selama mengabdi di UGM.

Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Dr. Nur Rahmat Yuliantoro menyampaikan sebuah hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR.Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

Menurutnya, sosok Mohtar selama mengabdi di UGM tergambar dalam hadis tersebut.

Lain halnya dengan Rahmat, Dekan FISIPOL UGM, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto mengenal Mohtar sebagai sosok dosen yang wawasannya tidak pernah habis.

Diceritakan olehnya, siapapun yang mengajaknya berdiskusi maupun bertanya, Mohtar selalu memiliki jawaban.

Baca juga: Kisah Kerbau Vaksin Dokter Sardjito Menembus Perang Revolusi Kemerdekaan

”Beliau ini tidak pernah berhenti belajar. Semuanya mampu dijelaskan oleh beliau. Penjelasannya pun dijelaskan dengan bahasa dan kalimat candaan, tidak menggunakan bahasa yang terlalu keilmuan,” ungkap Erwan.

Mewakili fakultas, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Mohtar atas pengetahuan, wawasan, dan kebijaksanaannya.

Besar harapan Erwan, Mohtar menjadi akademisi yang baik dan mampu membimbing para juniornya.

Bercita-cita ke Luar Negeri

Ketika itu, diputarkan film pendek berjudul “Merawat Pertanyaan-pertanyaan” karya sutradara film Yosep Anggi Noen, yang sepenggal ceritanya mengungkapkan masa muda Mohtar.

Dalam film tersebu, Mohtar bercerita punya cita-cita pergi ke luar negeri.

Mohtar terinspirasi dari kawan-kawan di desanya yang pergi belajar dan bekerja ke luar negeri.

Sejak saat itu, dirinya berpikir bahwa satu-satunya jalan untuk ke luar negeri adalah menempuh pendidikan tinggi.

Baca juga: KAGAMA Harus Ikut Membangun Bantul