30 Tahun Terjun di Dunia Pariwisata, Agus Rochiyardi Mengaku Mendapat Pelajaran Penting dari UGM

333

Baca juga: Buku Ketiga Karya KAGAMA Virtual Writing, Kisahkan Semangat Pemuda Puncak Kleco Membangun Potensi Wisata Lokal

“Kemudian saya ditugasi menjadi Direktur di PT PHILINDO perusahaan patungan dengan Sevenseas corp. Hongkong (2010-2016),” ucap Agus.

“Terakhir saya menjadi Direktur Utama PT Seabreez Indonesia yang membawahi usaha penyewaan lahan, retail makanan dan minuman, mengelola beberapa restaurant.”

“Serta penyewaan kapal laut dan pengelolaan resort Pulau Bidadari. Pensiun tahun 2016, saya kemudian membuat usaha mandiri,” beber pria yang pernah menjadi Wakil Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Orda Jakarta Utara tersebut.

Mulai 2018, Agus diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) Kementerian Pariwisata dan ditempatkan di Badan Otorita Borobudur (BOB) hingga saat ini.

Sebagai Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, sosok berkaca mata ini punya tanggung jawab memberikan tawaran menarik kepada wisatawan.

Baca juga: Begini Tantangan Model Bisnis Baru Supply Chain di Era Digital

Yakni untuk berkunjung ke kawasan desa wisata nan asri yang tidak jauh dari Candi Borobudur dan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Wahana yang ditawarkan Agus adalah Glamping De Loano di Borobudur Highland Bukit Menoreh (bumi perkemahan), Pinus Bike Park (downhill) di Borobudur Highland Bukit Menoreh, dan Pasar Digital Menoreh di Desa Sedayu, Purworejo.

Tak hanya itu, Agus dan rekan-rekannya juga masih menyiapkan wahana yang tidak kalah seru.

“Hal yang ingin dicapai untuk ke depannya yaitu selesainya kawasan pariwisata baru di Borobudur Highland Bukit Menoreh,” tutur Agus.

“Kawasan pariwisata baru itu seluas 309 Ha, dengan tema Budaya, Advanture, dan Ekowisata,” sambung pria yang juga menjadi Direktur PT Lintas Sertifindo Unggul ini.

Baca juga: Pembatasan Gerak Industri Sawit adalah Sebuah Kolonialisme Baru di Indonesia