Pakar Farmasi UGM Jelaskan Soal Paracetamol Bervirus

48
Produk parasetamol telah melalui pemeriksaaan, uji keamanan dan mutu sebelum diedarkan di pasar. Foto: Instagram @rivia_rx
Produk parasetamol telah melalui pemeriksaaan, uji keamanan dan mutu sebelum diedarkan di pasar. Foto: Instagram @rivia_rx

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Broadcast paracetamol P-500 mengandung virus berbahaya yakni Machupo sempat ramai diperbincangkan publik belum lama ini.

Isu virus Machopu dalam paracetamol ini selalu muncul dari tahun ke tahun.

Virus Machupo ini diketahui bisa menyebabkan demam hemoragik yang dapat mengakibatkan kematian. Lantas benarkan hal tersebut?

Ahli Farmasi UGM, Prof. Dr. rer nat. apt., Endang Lukitaningsih, M.Si., mengatakan klaim dalam produk obat paracetamol 500 miligram terdapat virus Machupo tidaklah benar.

Baca juga: Psikolog UGM Jelaskan Penyebab Anarkisme Suporter Bola

“Klaim soal paracetamol mengandung virus Machupo itu salah, tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya belum lama ini.

Sebab ada aturan ketat yang harus dipatuhi perusahaan farmasi terkait cara produksi obat, termasuk parasetamol.

Paracetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang cukup ketat.

Produsen farmasi harus melakukan pengecekan kualitas terhadap obat yang diproduksinya.

Baca juga: UGM Gelar ICOSEAT untuk Dukung Promosi Pariwisata di Kabupaten Bangka

Adapun kontrol kualitas sudah dimulai sejak bahan datang, baik secara kimiawi maupun cemaran biologi hingga pasca produksi.