UGM Diharapkan Bisa Jaga Kualitas Pendidikan Tinggi

33
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., melakukan kunjungan kerja di Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Humas UGM/Dhaffa
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., melakukan kunjungan kerja di Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Humas UGM/Dhaffa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebududayaan Riset dan Teknologi Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan pihaknya terus mendorong perguruan tinggi termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjaga marwah dan kualitas pendidikan tinggi, terlebih menghadapi dunia saat ini yang berubah begitu cepat.

“Kita mengharapkan banyak hal dari UGM, sebagai perguruan tinggi tertua di Indonesia, UGM diharapkan bisa terus menjaga dari sisi kualitas dan menjadi panutan bagi perguruan tinggi lainnya,” katanya, Rabu (8/6/2022), saat melakukan kunjungan kerja di UGM.

Di hadapan rektor, pimpinan universitas, dan para dekan di lingkungan UGM, Nizam bahwa saat ini dunia mengalami transformasi besar, termasuk dunia pendidikan tinggi.

Transformasi yang ada berdampak pada serapan lulusan pada dunia kerja, usaha dan industri.

Baca juga: FT UGM dan ThorCon Power Indonesia Kerja Sama Penilaian Keselamatan Tingkat Tinggi Desain Keselamatan TMSR-500

Jumlah lulusan yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Lapangan pekerjaan yang tersedia setiap tahunnya berkisar 300 hingga 400 ribu.”

“Sementara lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya sekitar 1,2 juta,” jelasnya.

Nizam menyebutkan ada beragam faktor yang menyebabkan terbatasnya lapangan kerja, salah satunya dikarenakan disrupsi teknologi.

Baca juga: Profesor Ova Emilia Dilantik sebagai Rektor UGM 2022-2027

Disrupsi teknologi telah membuat banyak lapangan kerja yang hilang, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja yang baru di masa depan.